Update Kasus Dugaan Pelecehan Seksual, Agus Buntung Diperiksa Polda NTB

kaltimes.com
11 Des 2024
Share
Tersangka kasus kekerasan seksal, pemuda disabilitas tanpa lengan, Agus Buntung. (Foto: Kumparan)

Kaltimes.com – I Wayan Agus Suwartama alias Agus Buntung sedang menjalani pemeriksaan oleh penyidik Polda Nusa Tenggara Barat (NTB) terkait dugaan kasus pelecehan seksual.

Dalam pemeriksaan tambahan yang dilakukan pada Selasa (10/12), Agus dijawab dengan 20 pertanyaan yang fokus pada interaksinya dengan korban, seorang mahasiswi berinisial MAP.

Menurut pengacara Agus, Ainuddin, pemeriksaan tambahan ini penting karena dalam pemeriksaan sebelumnya, Agus merasa takut dan beberapa fakta tidak terungkap.

Salah satunya adalah pertemuan antara Agus dan MAP di Taman Udayana, Kota Mataram.

“Korban meminta bantuan Agus untuk diantar ke kampus, namun mereka malah berkeliling hingga tiga kali di kawasan Islamic Center, sebelum akhirnya menuju homestay,” kata Ainuddin kepada wartawan pada Selasa (10/12), seperti dikutip dari Kumparan.

Agus mengklaim bahwa pertemuan tersebut terjadi atas dasar suka sama suka, tanpa ada unsur paksaan.

“Setelah pertemuan di kamar, korban meminta uang Rp 50.000, yang tidak bisa langsung diberikan karena Agus tidak membawa uang tunai,” ujar Ainuddin menambahkan.

Namun, masalah muncul setelah Agus bertemu dengan dua teman korban di kawasan Islamic Center setelah keluar dari homestay.

Insiden tersebut mendapat perhatian publik setelah foto-foto mereka tersebar di media sosial.

“Ada kesalahpahaman yang perlu diluruskan. Fakta-fakta yang ada menunjukkan hubungan ini terjadi atas dasar suka sama suka. Raut wajah korban juga tidak menunjukkan tanda-tanda ketakutan,” tegas Ainuddin.

Kasus ini pertama kali terungkap setelah MAP melaporkan dugaan pelecehan seksual yang terjadi pada 7 Oktober 2024 di salah satu penginapan di Mataram.

Komisi Disabilitas Daerah (KDD) NTB juga mengungkapkan bahwa jumlah korban yang melapor telah bertambah menjadi 15 orang, sebagian besar di antaranya adalah mahasiswi dengan pola kejadian yang serupa. (net/ra)