SUARA pembangunan kini terdengar di seluruh sudut Kalimantan seiring dengan pesatnya pertumbuhan ekonomi di berbagai kota utamanya. Semangat perubahan ini membawa harapan besar bagi jutaan warga yang mendambakan kehidupan lebih layak dan produktif.
Daya saing daerah menjadi cerminan langsung dari peluang kerja dan kualitas layanan publik bagi masyarakat sehari-hari. Pemetaan yang komprehensif sangat penting agar arah pembangunan daerah memiliki ukuran yang jelas serta terukur.
Badan Riset dan Inovasi Nasional atau BRIN merilis Indeks Daya Saing Daerah 2025 sebagai instrumen strategis untuk menilai kemajuan wilayah. Pengukuran ini mengacu pada metode Global Competitiveness Index serta World Economic Forum yang diakui secara global. Indeks tersebut mengukur produktivitas daerah melalui empat komponen utama yakni sumber daya manusia, pasar, ekosistem inovasi, serta lingkungan pendukung.
Keempat komponen tersebut diuraikan ke dalam 12 pilar yang masing-masing memiliki indikator terukur. Hal ini bertujuan untuk memastikan skor yang diperoleh tidak parsial. Skor berada pada skala maksimal 5, yang berarti indeks daya saingnya tertinggi.
Kota Paling Maju dengan Skor Daya Saing Tinggi

Banjarmasin menempati posisi teratas dari data tersebut dengan raihan skor sebesar 4,35 dalam pemetaan daya saing daerah tahun 2025. Kota tersebut menjadi pusat ekonomi Kalimantan Selatan yang ditopang oleh aktivitas perdagangan serta jasa yang terus berkembang.
Samarinda menyusul tepat di bawahnya dengan skor 4,32 berkat posisinya yang strategis di dekat kawasan Ibu Kota Nusantara. Palangka Raya meraih peringkat ketiga dengan skor 4,19 melalui stabilitas pembangunan tata kelola yang cukup konsisten.
Pontianak mendapatkan skor 4,15 dan tetap menjadi motor ekonomi penting di wilayah Kalimantan Barat saat ini. Sementara itu, Balikpapan mencatatkan skor 4,12 dengan keunggulan infrastruktur yang relatif matang dan kualitas hidup tinggi.
Kota-kota tersebut menunjukkan kemajuan pesat jika dibandingkan dengan rata-rata nasional pada periode tahun 2024. Data ini membuktikan bahwa setiap wilayah di Kalimantan memiliki karakteristik dan potensi unik untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi regional.
Sinergi Samarinda dan Balikpapan dalam Daya Saing Regional
Samarinda dan Balikpapan kini menjadi dua kutub kekuatan utama yang saling melengkapi di Kalimantan Timur. Samarinda terdorong oleh kedekatannya dengan kawasan Ibu Kota Nusantara yang membuka peluang konektivitas serta ekspansi ekonomi baru.
Di sisi lain, Balikpapan memiliki keunggulan pada infrastruktur yang menjadikan kota tersebut fondasi stabilitas yang lebih matang. Sinergi kedua kota ini mampu memperkuat daya saing regional jika pemerintah mengintegrasikan keduanya secara lebih efektif.
Pola ini mengindikasikan pembagian peran yang jelas dalam mendorong kemajuan ekonomi dan daya saing di seluruh pulau. Pertumbuhan infrastruktur akan terus menjadi kunci utama dalam mendukung keberlanjutan daya saing daerah di masa depan.
Masyarakat kini memiliki harapan baru seiring dengan terbukanya lapangan kerja dari ekspansi ekonomi yang terus terjadi. Pemerintah perlu terus menjaga momentum ini agar manfaat pembangunan dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat Kalimantan.
Keberhasilan sebuah daerah dalam berkompetisi adalah bukti nyata dari kerja keras pemimpin dan partisipasi seluruh elemen masyarakatnya. (*)
Penulis: Dwi Lena Irawati
Editor: Amin