PPATK Ungkap ASN Kementerian Komdigi Coba Kelabui dengan Nomor Rekening Judi Online

kaltimes.com
8 Nov 2024
Share
Sebuah ruko dijadikan 'Kantor Satelit' pegawai Komidigi yang terlibat kasus Judi Online. (Foto: Rachmadi Rasyad/kumparan)

Kaltimes.com – Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Ivan Yustiavanda mengungkapkan bahwa sejumlah ASN di Kementerian Komunikasi dan Informatika (Komdigi) yang terlibat dalam praktik judi online mencoba mengelabui pihaknya dengan menyembunyikan nomor rekening.

Para pelaku memberikan nomor rekening alternatif untuk menghindari pelacakan oleh PPATK.

“Oknum-oknum Komdigi yang tertangkap juga selama ini ternyata mencoba menyesatkan kami dengan menyembunyikan nomor-nomor rekening kelompok mereka dan mengirimkan nomor-nomor rekening lainnya untuk kami tindak,” ungkap Ivan, Kamis (7/11).

Menurut Ivan, tak hanya pihak PPATK yang bisa terkelabui, namun bahkan bisa jadi para pimpinan atau menteri Komdigi pemerintahan sebelumnya juga tertipu dengan trik tersebut.

“Teknis yang bermain, sehingga bisa jadi menteri atau pimpinan sebelumnya jadi terkelabui. Apalagi kami,” ujar Ivan.

Meskipun demikian, ia menambahkan bahwa PPATK berhasil mendeteksi transaksi mencurigakan ini berkat penggunaan berbagai sumber informasi yang dimiliki.

“Untung kami pakai berbagai sumber informasi sehingga mayoritas yang mereka bina juga bisa kami blokir,” tambahnya.

Penyidikan kasus ini bermula setelah dilakukan penggeledahan di kantor satelit yang terletak di Rose Garden, Kota Bekasi pada Jumat (1/11).

Polisi juga menyelidiki bagaimana uang tunai disalurkan oleh bandar judi online kepada para pegawai Komdigi.

Menurut Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Ade Ary Syam, uang setoran diberikan secara tunai dan juga melalui transaksi di money changer.

“Penyidik masih melakukan pendalaman secara intensif,” kata Ade saat dikonfirmasi pada Rabu (6/11). (net/ra)