Polisi Dalami Kasus Pemerkosaan Pemuda Tanpa Lengan, Ada Tiga Korban di Mataram

kaltimes.com
3 Des 2024
Share
IWAS alias Agus didampingi ibunya ketika memberikan keterangan kepada wartawan. (Foto: Kumparan)

Kaltimes.com – Kasus pemerkosaan yang diduga dilakukan Agus Buntung (21), pemuda disabilitas tanpa lengan, terhadap mahasiswi di Mataram, NTB, memasuki babak baru.

Polisi kini tengah mendalami dua mahasiswi lain yang diduga menjadi korban Agus.

“Kami akan dalami, itu baru muncul. Dua korban sebelumnya sudah kami lakukan pemeriksaan,” kata Kombes Pol. Syarif Hidayat, Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda NTB, Senin (2/12).

Syarif menambahkan, dua korban ini tidak saling kenal, termasuk dengan korban yang pertama melaporkan pemerkosaan pada 7 Oktober 2024.

Dengan demikian, ada kemungkinan tiga korban dalam kasus ini.

Modus yang digunakan Agus terhadap ketiga korban juga sama, yakni menakut-nakuti dan mengancam agar korban menuruti kemauannya.

“Seolah-olah dia membangun persepsi menekan korban dengan kondisi yang lemah, memanipulasi agar mengikuti kata-kata pelaku,” ujar Syarif.

Ketua Komisi Disabilitas Daerah (KDD) NTB, Joko Jumadi, menyatakan pihaknya menerima informasi pengakuan dari sejumlah mahasiswi yang mengaku menjadi korban pelecehan seksual setelah kasus Agus viral pada Oktober lalu.

Tiga mahasiswi kini menjadi saksi dalam kasus ini. Dua di antaranya mengaku diperkosa, sementara satu korban lainnya berhasil kabur, namun masuk dalam kategori pencabulan.

Saksi yang diperiksa terkait kejadian pada 1 Oktober dan 7 Oktober 2024.

Kejadian tersebut terjadi di penginapan dan kos-kosan.

Joko juga menambahkan, pihaknya mendapat informasi terkait korban lain yang masih berstatus siswi SMP dan diduga hamil akibat pelecehan seksual oleh pelaku. (net/ra)