Kaltimes.com – Menteri Luar Negeri Retno Marsudi merayakan dekade keduanya di jabatan, menekankan penguatan posisi Indonesia sebagai pemain kunci di arena diplomasi global.
Dalam 10 tahun terakhir, Retno mencatat berbagai pencapaian signifikan, termasuk negosiasi 27 perjanjian perdagangan dan pemeliharaan hubungan diplomatik yang krusial, terutama dalam konteks perjanjian batas dengan negara tetangga
“Selama sepuluh tahun ini, kami telah bekerja keras untuk memposisikan Indonesia sebagai kekuatan menengah di Asia. Diplomasi yang konstruktif adalah kunci untuk mencapai tujuan kita,” ungkap Retno dalam pernyataannya
Dia juga menggarisbawahi peran aktif Indonesia dalam forum internasional dan kepemimpinan di ASEAN, yang sangat penting bagi stabilitas regional.
“Kami berkomitmen untuk menjaga relevansi ASEAN di tengah perubahan geopolitik yang terus berkembang,” ujarnya
Retno menekankan pentingnya kerja sama dan kolaborasi dengan negara lain
“Kita tidak bisa berdiri sendiri. Diplomasi adalah tentang membangun jembatan, bukan tembok.” tambahnya
Keberhasilannya dalam memperkuat posisi Indonesia di pentas global menunjukkan dedikasi dan komitmennya terhadap diplomasi yang proaktif. (net/ra)