Raja Peliharaan Indonesia: 75 Persen Masyarakat Pilih Kucing Jadi Teman Hidup di Rumah

kaltimes.com
7 Mei 2026
Share

KEHADIRAN seekor kucing yang mendengkur halus di pangkuan mampu menghapus seluruh lelah setelah seharian bekerja keras. Tatapan mata hewan peliharaan yang tulus sering kali menjadi obat paling mujarab bagi jiwa yang sedang merasa sepi.

Memelihara hewan kini bukan lagi sekadar hobi pengisi waktu luang bagi sebagian besar masyarakat urban. Banyak orang mulai menemukan rasa tenang lewat kehadiran anjing maupun kucing di dalam rumah mereka. Aktivitas sederhana seperti memberi makan atau bermain ternyata mampu menghadirkan kenyamanan emosional yang sangat luar biasa.

Fenomena ini tercermin dalam survei Jakpat (10/03/2026) yang melibatkan 1,25 ribu responden dari berbagai kelompok usia produktif.

Daftar Hewan Peliharaan Paling Populer di Indonesia

Kucing menjadi hewan peliharaan paling populer di Indonesia dengan persentase mencapai 75 persen. Kepemilikan hewan ini didominasi responden laki-laki dengan angka yang sama, yakni 75 persen.

Popularitas kucing juga berkaitan dengan tingginya praktik adopsi di masyarakat. Sebanyak 38 persen responden mengaku menyelamatkan kucing langsung dari jalanan, sementara 32 persen lainnya mendapatkannya dari teman atau kerabat.

Tren ini menunjukkan masyarakat memelihara kucing bukan sekadar sebagai hobi, tetapi juga karena rasa empati dan kedekatan emosional. Selain itu, kemudahan perawatan serta biaya yang relatif terjangkau membuat masyarakat perkotaan semakin memilih kucing sebagai hewan peliharaan.

Setelah kucing, ikan menempati posisi kedua dengan persentase pemilik mencapai 30 persen. Burung menyusul di urutan ketiga dengan angka 21 persen.

Pemeliharaan ikan dan burung hingga kini juga masih didominasi oleh laki-laki. Selain menjadi hiburan, kedua jenis hewan ini sering dipilih karena dianggap mampu menghadirkan suasana tenang di rumah.

Sementara itu, anjing berada di posisi keempat dengan persentase 11 persen. Berbeda dari hewan lainnya, mayoritas pemilik anjing dalam survei ini justru berasal dari kelompok perempuan.

Sebanyak 53 persen responden memperoleh anjing dari pemberian teman atau keluarga. Selain itu, 13 persen lainnya mendapatkan anjing melalui peternak resmi atau breeder.

Di posisi terakhir, kelinci melengkapi daftar lima besar dengan persentase 8 persen. Angka ini menunjukkan bahwa peminat kelinci cenderung lebih spesifik dibandingkan hewan peliharaan populer lainnya.

Dukungan Emosional dan Manfaat Kesehatan Mental

Hewan peliharaan memiliki dampak positif yang sangat nyata terhadap kesehatan mental para pemiliknya di rumah. Hubungan manusia dengan hewan membantu memberikan dukungan emosional serta mengurangi kecemasan dalam kehidupan sehari-hari.

Helen Brooks dan tim dalam penelitiannya di BMC Psychiatry (2018) mengonfirmasi manfaat besar dari hewan pendamping. Hewan peliharaan sering menjadi sumber kenyamanan tanpa penilaian sosial sehingga pemilik merasa lebih diterima secara emosional.

Oleh karena itu, kehadiran hewan peliharaan sangat membantu menciptakan rutinitas hidup yang lebih stabil dan bermakna. Masyarakat kini semakin menyadari bahwa merawat makhluk hidup lain dapat meningkatkan kualitas hidup secara menyeluruh.

Tantangan selanjutnya adalah memastikan kesejahteraan hewan-hewan tersebut tetap terjaga seiring dengan meningkatnya minat memelihara. Rasa tanggung jawab dalam merawat hewan menjadi cerminan kepedulian kita terhadap sesama makhluk ciptaan Tuhan. (*)

Penulis: Dwi Lena Irawati
Editor: Amin