CAHAYA lampu kota besar tidak lagi memikat anak muda untuk menghabiskan malam dengan kegiatan yang tidak produktif. Mereka kini lebih memilih menghabiskan waktu dengan berolahraga demi menjaga kebugaran tubuh serta kesehatan mental.
Pergeseran gaya hidup ini tampak jelas melalui tren olahraga seperti padel, tenis, yoga, hingga pilates. Generasi Z juga mulai beralih dari makanan instan ke menu yang lebih sederhana dan minim proses. Kebiasaan membawa tumbler serta mengonsumsi minuman sehat turut mencerminkan kesadaran kesehatan yang semakin meningkat.
Survei Populix Maret 2026 mengungkap motivasi masyarakat Indonesia dalam rutin berolahraga. Survei ini melibatkan 804 responden melalui panel online pada 23–30 Maret, mayoritas berusia 26–36 tahun, tinggal di perkotaan, dan berasal dari kelompok berpendapatan menengah ke atas.
Ragam Motivasi Publik Indonesia dalam Berolahraga

Mayoritas responden atau sekitar 60 persen menjadikan olahraga sebagai sarana menghabiskan waktu untuk diri sendiri. Olahraga kini melampaui sekadar menjaga kesehatan fisik bagi masyarakat di wilayah perkotaan.
Sebanyak 53 persen responden mengaku berolahraga sebagai cara menghabiskan waktu bersama pasangan maupun keluarga mereka. Pilihan ini menjadi alasan terkuat kedua bagi masyarakat untuk tetap aktif bergerak di sela kesibukan.
Sebanyak 40 persen responden berolahraga untuk membangun relasi profesional atau memperluas jaringan bisnis. Selain itu, 39 persen orang memilih berolahraga demi menghabiskan waktu bersama teman-teman dekat. Sebanyak 33 persen publik berolahraga agar dapat bergabung dan berperan aktif dalam suatu komunitas.
Selain itu, 67 persen publik Indonesia lebih memilih olahraga lari dan kegiatan luar ruangan sebagai rutinitas utama. Jogging menempati posisi olahraga paling populer dengan 45 persen, disusul berjalan kaki sebesar 33 persen.
Pola Hidup Sehat sebagai Fondasi Masa Depan
Dilansir website UNTAR (25/2/2026), Dosen Fakultas Kedokteran Untar dr. Olivia Charissa menjelaskan generasi muda kini tidak lagi memandang kesehatan sebatas penampilan fisik semata. Olahraga bagi mereka merupakan sarana menjaga energi, fokus, dan kualitas hidup di tengah rutinitas padat.
Generasi muda juga semakin terbuka untuk mengelola stres melalui praktik journaling, hobi, dan detoksifikasi digital secara rutin. Perubahan gaya hidup ini diharapkan dapat terus berlanjut menjadi identitas permanen bagi seluruh generasi muda ke depan.
Keseimbangan antara aktivitas fisik dan kesehatan mental menjadi kunci keberlanjutan perubahan gaya hidup masyarakat modern saat ini. Kita perlu menempatkan kesehatan sebagai fondasi utama agar mampu membangun masa depan yang lebih produktif dan bermakna. (*)
Penulis: Dwi Lena Irawati
Editor: Amin