Kaltimes.com – Pemimpin Hamas, Yahya Sinwar, dilaporkan tewas dalam pertempuran dramatis yang mengguncang Gaza selatan.
Rekaman video menunjukkan Sinwar, meski terbaring sekarat di reruntuhan sebuah bangunan, tetap berjuang melawan drone mini Israel dengan melemparkan tongkat ke arah pesawat tanpa awak tersebut.
“Ini adalah momen yang menggambarkan semangat juangnya, meskipun dalam kondisi yang sangat kritis,” ungkap seorang sumber yang meminta anonimitas.
Setelah upaya tersebut, militer Israel meluncurkan peluru tank yang menghancurkan tempat di mana Sinwar bersembunyi.
Dalam hitungan detik, pemimpin Hamas itu dilaporkan tewas di sofa yang berdebu. Konfirmasi kematiannya dilakukan melalui catatan gigi, sidik jari, dan tes DNA.
Sejak serangan yang mengejutkan ke Israel pada 7 Oktober 2023, Sinwar telah menjadi buronan utama Israel.
Dikenal sebagai otak di balik serangan tersebut, banyak yang menganggapnya sebagai “hal yang tak pernah terbayangkan” oleh negara tersebut.
Kematian Sinwar juga dipandang sebagai titik balik bagi Hamas, yang selama ini menghadapi tekanan besar dari serangan Israel dan blokade yang berkepanjangan.
Serangan ke arah selatan Israel dianggap sebagai respons terhadap berbagai provokasi, termasuk serangan di Masjid Al-Aqsa dan kekerasan terhadap warga Palestina.
Hamas mengkonfirmasi kematian Sinwar, menegaskan bahwa perjuangan mereka akan terus berlanjut meski kehilangan pemimpin mereka. (net/ra)