Kaltimes.com – Badan Kelautan dan Atmosfer Nasional Amerika Serikat (NOAA) baru-baru ini mengeluarkan laporan yang menunjukkan bahwa fenomena iklim La Nina memiliki kemungkinan muncul sebesar 60% selama periode September hingga November tahun ini.
Dalam laporan yang dirilis pada 14 Oktober, NOAA menyebutkan prediksi La Nina hingga 2025
“La Nina diperkirakan akan hadir antara bulan September dan November, dengan prediksi akan bertahan hingga Januari-Maret 2025.” tertulis isi dalam laporan NOAA tersebut
Fenomena La Nina dikenal dapat menyebabkan peningkatan curah hujan yang signifikan di berbagai daerah.
Hal ini terjadi akibat penurunan suhu di bawah 0,5 derajat Celsius di kawasan tropis Samudra Pasifik, yang dapat memengaruhi pola cuaca di Indonesia. (net/ra)