DPRD Kutim Dukung Industri Kreatif Melalui Program Wastra Etam

kaltimes.com
6 Mei 2024
Share
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kutai Timur, Abdi Firdaus. (Istimewa)

Kaltimes.com – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kutai Timur, Abdi Firdaus menyatakan dukungannya terhadap pengembangan industri kreatif lokal melalui program seperti Wastra Etam 2024. Hal ini disampaikan menyusul suksesnya pelatihan membatik dan  fashion workshop Wastra Etam 2024 yang baru saja ditutup dengan fashion show di di ruang Maloy Cafe Coffee Hotel Royal Victoria, Sangatta pada Sabtu, 4 Mei 2024.

“Sebagai anggota dewan, saya sangat mengapresiasi inisiatif Wastra Etam 2024 ini. Program semacam ini sangat penting untuk mengembangkan potensi kreatif pemuda Kutai Timur, sekaligus melestarikan budaya batik kita. Saya berharap ke depannya, program ini bisa diperluas dan mendapat dukungan anggaran lebih besar. DPRD siap mendukung kebijakan dan program yang bertujuan mengembangkan industri kreatif lokal dan memberdayakan pemuda daerah,” kata Abdi Firdaus.

Acara berlangsung selama empat hari mulai 1 hingga 4 Mei 2024 ini mengusung tema “Menggoreskan Inspirasi, Merenda Masa Depan Anak Muda yang Kreatif”. Sebanyak 15 peserta pelatihan menampilkan karya berupa kain batik dan busana yang dirancang serta dijahit sendiri oleh mereka.

Pada kesempatan itu, Asisten Pemerintahan Umum dan Kesejahteraan Rakyat (Pemkesra) Setkab Kutai Timur, Poniso menyampaikan apresiasi dan dukungan Pemerintah Kabupaten Kutai Timur terhadap acara ini.

“Pemkab Kutai Timur sangat mengapresiasi dan bangga dengan kegiatan ini. Kami berkomitmen untuk terus mendukung dan mengembangkan acara ini di masa mendatang,” ujarnya.

Sedangkan, Ketua Panitia, Yusi Nadya mengungkapkan harapannya agar kegiatan ini dapat menjadi platform berharga bagi para pemuda kreatif Kutai Timur untuk mengembangkan potensi mereka di industri fashion.

Dengan dukungan dari berbagai pihak, termasuk DPRD dan Pemkab Kutai Timur diharapkan program Wastra Etam dapat terus berkembang dan memberikan dampak positif bagi pengembangan industri kreatif lokal serta pemberdayaan pemuda di Kutai Timur. (ADV-DPRD/Q)