Bangunan Sekolah Terbengkalai, SDN 021 Loa Kulu Belum Pernah Rehab Sejak 1982

kaltimes.com
18 Nov 2023
Share
Sekolah SDN 021 Loa Kulu (Istimewa)

Kaltimes.com – Terlihat terbengkalai dan tidak terawat Sekolah Dasar Negeri (SDN) 021 Loa Kulu yang berlokasi di Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Bangunan sekolah yang sudah berusia 41 tahun ini belum pernah direhab secara total hingga saat ini sejak didirikan pada tahun 1982.

Hal ini diungkapkan oleh Kepala sekolah, Didik Purwanti, yang mengatakan bahwa pihak sekolah sudah sering mengirimkan proposal untuk merehab bangunan sekolah kepada dinas terkait, namun tidak pernah mendapatkan tanggapan. Padahal, kondisi bangunan sekolah ini sangat memprihatinkan dan mempengaruhi kualitas pendidikan dan minat siswa untuk belajar.

“Di tahun 2016-2017 pernah MOU sudah mau direhab, tetapi batal karena waktu itu ada bencana, dari kita ya mengerti saja karena disana lebih membutuhkan. Kemarin juga dapat dana alokasi khusus (dak) sekali di unit yang kedua pada tahun 2013-2014 bantuan dari pusat,” kata Didik Purwanti, Senin (13/11/2023).

Didik Purwanti menambahkan bahwa sekolahnya juga berharap bisa memiliki bangunan yang permanen seperti di kota-kota. Ia merasa khawatir akan dampak negatif yang ditimbulkan oleh bangunan sekolah yang sudah tua dan tidak layak ini terhadap kualitas pendidikan dan minat siswa untuk belajar.

“Kemarin Alhamdulillah dapat inklusi sekarang kita gunakan untuk ruang AMBK, Murid disini semakin tahun semakin berkurang, kami minta rehab bangunan ini, karena dari 1982 belum pernah ada rehab,” ujarnya.

Menurutnya, lahan sekolahnya cukup luas untuk membangun lokal kelas yang baru, yaitu sekitar 700 meter persegi. Namun, ia mengaku kesulitan mendapatkan bahan bangunan karena lokasi sekolahnya yang jauh dari pusat kota dan terdampak oleh aktivitas tambang di sekitarnya.

“Seandainya dapat bantuan, rencana saya akan ditambah bangunan di lahan belakang sekolah, dari tahun 2012 saya sudah mulai mengajukan untuk penambahan ruang kelas,” tuturnya.

Dirinya berharap pemerintah dapat segera memberikan bantuan untuk merehab bangunan sekolahnya yang sudah tidak layak. Ia juga berusaha untuk memanfaatkan dana bantuan sekolah untuk kebutuhan siswa, seperti buku, perpustakaan, dan ruang belajar.

“Dana bantuan yang ada, kami peruntukan untuk kebutuhan siswa. Akan tetapi, masih ada bangunan yang memprihatinkan seperti WC dan Mushola serta plafon yang jebol. Untuk itu kami harapkan bantuan untuk merehab sekolah,” tutupnya. (Hms/Adv)