BMKG Peringatkan Potensi Banjir Lahar Hujan dari Gunung Lewotobi Laki-Laki di NTT

kaltimes.com
20 Nov 2024
Share
Erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki di Flores Timur, NTT, pada Kamis (7/11/2024). (Foto: PVMBG Pos Pengamatan Gunungapi Lewotobi Laki-laki)

Kaltimes.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat tentang potensi terjadinya banjir lahar hujan yang disebabkan oleh aktivitas Gunung Lewotobi Laki-Laki di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Fenomena ini berpotensi meningkat seiring dengan datangnya musim hujan dan cuaca ekstrem akibat La Nina.

Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, mengungkapkan bahwa banjir lahar hujan dapat terjadi ketika air hujan bercampur dengan material vulkanik, seperti pasir, abu, dan bebatuan yang terlempar akibat erupsi gunung berapi.

“Banjir lahar hujan ini bisa sangat berbahaya, karena dapat menutup pemukiman dan membawa batu-batu besar,” ujar Dwikorita

Masyarakat dan pemerintah daerah di sekitar lereng dan jalur aliran sungai diminta untuk meningkatkan kewaspadaan.

“Kami meminta semua pihak dan masyarakat untuk mewaspadai banjir lahar hujan yang bisa sewaktu-waktu terjadi,” tegas Dwikorita

Selain itu, Dwikorita menjelaskan bahwa fenomena La Nina yang diprediksi akan berlangsung hingga Maret atau April 2025 berpotensi meningkatkan curah hujan di seluruh wilayah Indonesia, termasuk NTT.

“La Nina menyebabkan peningkatan curah hujan antara 20-40 persen di sebagian besar wilayah Indonesia,” tambahnya.

Berdasarkan pantauan BMKG, cuaca di NTT selama sepekan terakhir menunjukkan kondisi cerah berawan hingga hujan ringan, dengan hujan disertai petir terjadi di beberapa wilayah.

Seperti Pulau Timor, Manggarai, Manggarai Barat, Ngada, Sikka, dan Flores Timur.

“NTT telah mulai memasuki awal musim hujan pada awal November, dengan wilayah sekitar Gunung Lewotobi Laki-Laki diprediksi akan memasuki musim hujan pada awal Desember,” jelas Guswanto, Deputi Bidang Meteorologi BMKG.

BMKG juga memprediksi cuaca di wilayah NTT untuk sepuluh hari ke depan akan beragam, dengan kemungkinan hujan sedang hingga lebat di beberapa wilayah.

“Kami mengimbau masyarakat di kawasan tersebut untuk tetap tenang namun waspada terhadap kemungkinan bencana susulan yang bisa terjadi sewaktu-waktu,” tambahnya.

Dengan suhu muka laut yang hangat, suplai kelembapan yang cukup tinggi, dan faktor atmosfer yang mendukung, intensitas hujan diperkirakan lebih dominan di wilayah-wilayah yang sudah memasuki musim hujan.

BMKG juga memperingatkan potensi cuaca ekstrem di berbagai wilayah Indonesia, termasuk Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua. (net/ra)