Kaltimes.com – Semangat pendidikan dan pembentukan karakter generasi muda kembali terlihat dalam acara Haflatul Ikhtitam SMP IT Darussalam yang digelar di Ruang Akasia Gedung Serba Guna Bukit Pelangi, pada Kamis 23 Mei 2024. Sebanyak 149 siswa-siswi dari angkatan ke-15 mengikuti acara yang penuh makna ini.
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kutai Timur, Joni mengapresiasi gelaran Haflatul Ikhtitam oleh SMP IT Darussalam. Kegiatan ini, menurutnya, menunjukkan komitmen sekolah dalam memberikan pendidikan berkualitas yang tidak hanya fokus pada aspek akademis, tapi juga nilai-nilai moral dan agama.
Pihaknya mendukung pesan disampaikan kepala sekolah dan Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman kepada para siswa. Karena menurutnya, penting bagi generasi muda untuk memahami bahwa kesuksesan membutuhkan kerja keras, dedikasi, dan karakter yang kuat.
“Kami di DPRD akan terus mendorong kebijakan yang mendukung peningkatan kualitas pendidikan di Kutai Timur, termasuk bantuan untuk sekolah-sekolah seperti SMP IT Darussalam. Kami juga akan mengawasi distribusi bantuan ATK [alat tulis kantor] yang dijanjikan untuk memastikan bahwa semua siswa mendapatkan manfaatnya. Ke depan, kami berharap dapat melihat lebih banyak lulusan dari sekolah-sekolah di Kutai Timur yang mampu bersaing di tingkat nasional dan internasional sambil tetap memegang teguh nilai-nilai luhur yang diajarkan di sekolah mereka,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala SMP IT Darussalam, Khoiruddin Harahap dalam laporannya menyampaikan ucapan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Kutai Timur atas bantuan yang telah diberikan melalui Dinas Pendidikan, terutama dalam penyediaan ATK. “ATK akan dibagikan nanti saat kenaikan kelas,” ujarnya.
Khoiruddin juga memberikan pesan inspiratif kepada para siswa. “Selamat dan sukses. Bangkitlah sebagai penentu peradaban. Untuk mencapai peradaban yang baik, kita tidak bisa hanya bersantai. Diperlukan modal yang kuat, dan modal utamanya adalah kemauan,” ungkapnya. Ia menekankan pentingnya menghindari sikap malas dan tetap menjaga kewajiban agama serta berbakti kepada orangtua.
Sedangkan Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman yang hadir sebagai pembina menegaskan tidak ada yang tidak mungkin dalam memilih profesi. “Bagaimana kita menempatkan diri kita dalam konteks kekinian. Bagaimana kita mengubah tantangan menjadi peluang di tengah masyarakat,” ucapnya. (ADV-DPRD/Q)