Bukan Sekadar Rak Buku: 15 Perpustakaan Kaltim Raih Akreditasi A, Ungguli Jawa Barat dan Jakarta

kaltimes.com
9 Mei 2026
Share
Kabar membanggakan datang dari dunia literasi Bumi Etam, di mana Kalimantan Timur berhasil menduduki peringkat keempat nasional dengan total 15 perpustakaan publik terakreditasi A (Sangat Baik)./Samarindasmartcity.com

DERETAN buku yang tertata rapi di rak perpustakaan menyimpan ribuan jendela dunia bagi setiap pencari ilmu. Suasana tenang di dalam ruang baca menjadi saksi bisu lahirnya gagasan besar yang mampu mengubah masa depan bangsa.

Perpustakaan kini bukan lagi sekadar fasilitas penyedia akses informasi dan bahan bacaan bagi masyarakat. Keberadaannya telah bertransformasi menjadi pusat literasi, pembelajaran, hingga ruang aktivitas sosial dan budaya yang lebih dinamis.

Peran yang semakin luas tersebut membuat kualitas layanan perpustakaan menjadi perhatian penting. Karena itu, perpustakaan umum di Indonesia wajib menjalani proses akreditasi yang dilakukan secara ketat oleh Perpustakaan Nasional Republik Indonesia.

Akreditasi ini diterapkan pada berbagai jenis perpustakaan, mulai dari perpustakaan sekolah, akademik atau perguruan tinggi, hingga perpustakaan umum. Khusus perpustakaan umum, fasilitas ini berfungsi sebagai layanan publik yang menyediakan bahan bacaan bagi seluruh lapisan masyarakat tanpa memandang usia, latar belakang, maupun tingkat pendidikan.

Dalam proses penilaiannya, Perpustakaan Nasional Republik Indonesia mengevaluasi berbagai aspek penting. Penilaian mencakup koleksi bahan pustaka, sarana dan prasarana, layanan kepada pemustaka, tenaga pengelola, hingga sistem pengelolaan dan inovasi yang diterapkan.

Hasil evaluasi tersebut kemudian diklasifikasikan ke dalam beberapa peringkat, yakni A (sangat baik), B (baik), dan C (cukup). Klasifikasi ini menjadi indikator kualitas layanan sekaligus standar pengelolaan perpustakaan di Indonesia.

Perpustakaan dengan akreditasi A menunjukkan bahwa pengelolaan dan layanan yang diberikan telah memenuhi standar tertinggi. Hal ini terlihat dari kelengkapan koleksi, kualitas fasilitas, hingga kemudahan akses yang dapat dirasakan masyarakat.

Dengan demikian, peringkat akreditasi A tidak hanya menjadi simbol administratif semata. Predikat tersebut juga mencerminkan kemampuan perpustakaan dalam menghadirkan layanan literasi yang inklusif, nyaman, dan berkualitas bagi publik.

Distribusi Perpustakaan Publik Berstandar Unggul di Berbagai Provinsi

Data Badan Pusat Statistik (BPS) 2025 mencatat terdapat 169 perpustakaan publik di Indonesia yang berhasil meraih akreditasi A. Capaian ini menunjukkan semakin meningkatnya kualitas layanan literasi dan pengelolaan perpustakaan di berbagai daerah.

Jawa Tengah menjadi provinsi dengan jumlah perpustakaan publik terakreditasi A terbanyak, yakni mencapai 33 unit. Posisi tersebut kemudian disusul Jawa Timur dengan 21 perpustakaan berstandar serupa.

DI Yogyakarta menempati peringkat ketiga nasional dengan total 18 perpustakaan yang telah mengantongi akreditasi tertinggi dari pemerintah pusat. Dominasi wilayah Pulau Jawa ini menunjukkan kuatnya pengembangan fasilitas literasi di daerah dengan ekosistem pendidikan yang relatif maju.

Meski demikian, performa Kalimantan Timur juga tidak kalah menonjol. Provinsi ini berhasil menduduki posisi keempat nasional dengan total 15 perpustakaan publik terakreditasi A.

Jumlah tersebut bahkan berada di atas Jawa Barat yang memiliki 14 unit dan Jakarta dengan 10 unit perpustakaan berakreditasi A. Capaian ini memperlihatkan bahwa kualitas layanan perpustakaan di luar Pulau Jawa juga terus berkembang secara signifikan.

Salah satu perpustakaan yang berhasil meraih akreditasi A ialah Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kalimantan Timur. Predikat tersebut diperoleh karena keberhasilan dalam menerapkan manajemen serta layanan prima bagi pengunjung.

Selain itu, Perpustakaan BPK Perwakilan Kalimantan Timur juga menjadi rujukan literatur yang terbuka untuk umum dengan status akreditasi A. Kehadiran perpustakaan berkualitas ini memperkuat akses masyarakat terhadap layanan informasi dan literasi yang lebih baik.

Peran Krusial Fasilitas Literasi Berkualitas bagi Sumber Daya Manusia

Keberadaan perpustakaan berakreditasi A sangat penting guna menjamin akses informasi yang lebih kredibel bagi masyarakat luas. Fasilitas dengan akreditasi tertinggi umumnya menyediakan koleksi literatur lengkap serta ruang baca yang sangat nyaman. Perpustakaan unggul kini menjadi pusat riset dan pengembangan keterampilan masyarakat di tengah derasnya arus informasi digital.

Pelajar serta pekerja dapat memperluas wawasan secara merata tanpa harus mengeluarkan biaya besar untuk membeli buku. Kondisi ini membantu masyarakat mendapatkan informasi yang akurat dan dapat mereka pertanggungjawabkan kebenarannya secara ilmiah.

Namun demikian, distribusi perpustakaan berkualitas unggul ini ternyata masih belum merata di seluruh wilayah Indonesia. Sebagian besar fasilitas berstandar A masih terkonsentrasi di wilayah dengan infrastruktur pendidikan serta dukungan anggaran kuat. Kondisi tersebut menjadi tantangan besar bagi pemerintah daerah di wilayah tertinggal untuk meningkatkan kualitas pengelolaan mereka.

Pemerintah harus terus mendorong pemenuhan standar nasional agar budaya literasi dapat tumbuh subur di setiap pelosok negeri. Keberadaan perpustakaan yang unggul akan mendukung pembangunan sumber daya manusia Indonesia yang lebih kompetitif dan cerdas. (*)

Penulis: Dwi Lena Irawati
Editor: Amin