KEHADIRAN seekor hewan peliharaan di rumah sering kali mengubah suasana hati yang kelabu menjadi lebih cerah dalam sekejap. Hewan-hewan kecil ini mampu memberikan rasa nyaman serta kasih sayang tulus bagi pemiliknya setiap hari.
Manusia berinteraksi setiap hari bukan hanya dengan sesama, tetapi juga dengan hewan peliharaan mereka. Kehadiran hewan memberi warna dan makna tersendiri dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia saat ini.
Laporan survei Jakpat tahun 2026 menunjukkan minat memelihara hewan sangat tinggi di berbagai kelompok usia. Sebanyak 52 persen responden dari kalangan Gen X, Milenial dan Gen Z tercatat memiliki hewan peliharaan.
Alasan Utama Masyarakat Memelihara Hewan

Mayoritas responden atau sekitar 63 persen menyebutkan alasan memelihara hewan adalah untuk mengurangi stres. Hewan peliharaan membuat pemiliknya merasa tenang saat melakukan interaksi fisik seperti menyentuh atau mengelusnya.
Sebanyak 62 persen responden juga merasa hewan peliharaan menjadi teman di rumah yang mengurangi rasa kesepian. Lebih dari itu, memelihara hewan menjadi sarana efektif untuk melatih rasa tanggung jawab sebesar 42 persen.
Sebanyak 31 persen responden menyukai tampilan fisik hewan yang cenderung menggemaskan saat mereka rawat. Sementara itu, 22 persen orang memelihara hewan untuk alasan keamanan rumah dari gangguan luar. Sebanyak 18 persen responden memelihara hewan demi mendorong aktivitas fisik yang lebih rutin.
Kelompok pecinta hewan yang ingin bergabung dengan komunitas juga menyumbang angka sebesar 10 persen dari total responden.
Manfaat Emosional bagi Kesehatan Mental
Temuan survei ini sejalan dengan hasil penelitian ilmiah terkait dukungan emosional dari hewan pendamping. Brooks dkk dengan judul The Power of Support from Companion Animals for People Living with Mental Health Problems: A Systematic Review, jurnal BMC Psychiatry tahun 2018 menyebutkan bahwa hewan peliharaan menurunkan tingkat stres secara signifikan.
Kehadiran hewan tersebut menciptakan rasa tenang melalui interaksi sehari-hari serta rutinitas yang terbentuk antara pemilik dan peliharaannya. Hal ini menunjukkan bahwa peran hewan bukan sekadar teman bermain, melainkan pendukung kesehatan mental yang nyata.
Hewan peliharaan secara langsung memengaruhi kondisi psikologis pemiliknya agar tetap stabil di tengah rutinitas yang padat. Oleh karena itu, tren memelihara hewan di kalangan generasi muda terus menunjukkan angka yang konsisten setiap tahunnya.
Masyarakat semakin menyadari bahwa investasi waktu untuk merawat hewan memberikan timbal balik berupa ketenangan jiwa yang berharga. (*)
Penulis: Dwi Lena Irawati
Editor: Amin