SAYUR dan buah bukan hanya pelengkap di piring, tapi kunci untuk tubuh yang lebih kuat, pikiran yang lebih jernih dan hidup yang lebih panjang. Sayangnya, masih banyak dari kita yang memandang remeh keberadaannya. Padahal tubuh sangat bergantung pada nutrisi yang terkandung di dalamnya.
Dalam dunia kesehatan, konsumsi sayur dan buah memiliki peran sentral dalam mencegah berbagai penyakit kronis. Penelitian oleh Putri dkk. berjudul “Hubungan Konsumsi Buah dan Sayur terhadap Status Gizi dan Kesehatan” (2021) menunjukkan bahwa pola makan tinggi buah dan sayur berkaitan erat dengan penurunan risiko obesitas, hipertensi, dan penyakit jantung. Kandungan vitamin, mineral, dan serat dalam sayur dan buah juga berfungsi menjaga sistem pencernaan dan meningkatkan imunitas tubuh.
Sayangnya, fakta di lapangan justru menunjukkan kecenderungan sebaliknya. Berdasarkan Survei Konsumsi Individual (SKI) 2023, sebagian besar masyarakat Indonesia masih belum menjadikan sayur sebagai bagian dari kebiasaan makan harian. Dalam pertanyaan multijawaban, sebanyak 81,4 persen responden menyatakan tidak menyukai sayur. Sebanyak 25,4 persen lainnya mengaku tidak terbiasa mengonsumsinya.

12 persen lainnya, merasa malas untuk makan sayur. Bahkan, 2,3 persen responden berpendapat bahwa sayur tidak memberikan manfaat bagi tubuh. Ini sebuah pandangan yang berbanding terbalik dengan temuan medis.
Kondisi ini mengingatkan kita bahwa tantangan peningkatan konsumsi sayur dan buah di Indonesia bukan hanya soal akses atau ekonomi, tapi juga pola pikir. Mendorong kebiasaan makan sehat sejak dini dan memperkuat edukasi gizi adalah langkah penting untuk membangun generasi yang lebih sehat di masa depan.(*)
Penulis: Dwi Lena Irawati
Editor: Amin