SAAT matahari terbenam, rasa waspada seringkali meninggi. Namun, di beberapa sudut dunia, malam bukanlah ancaman, melainkan waktu yang aman untuk terus beraktivitas.
Malam hari sering kali dianggap waktu yang berbahaya karena rentan terjadi tindak kejahatan. Tetapi, ternyata beberapa negara justru memiliki tingkat keamanan yang sangat baik bahkan ketika malam hari. Survei dari Gallup (2025), terdapat sepuluh negara yang paling aman untuk berjalan kaki di malam hari. Gallup menentukan negara-negara ini berdasarkan survei kepada 1.000 responden di 144 negara dan wilayah pada tahun 2024.
Singapura dan Asia Tengah Kuasai Peringkat Atas
Singapura berada di urutan pertama sebagai negara paling aman untuk berjalan kaki di malam hari. Selain menjadi negara dengan ekonomi termaju di Asia Tenggara, Singapura berhasil mewujudkan kondisi yang aman. Sebanyak 98 persen responden di Singapura merasa aman ketika berjalan kaki di malam hari.
Pada posisi kedua, terdapat negara dari Asia Tengah, yaitu Tajikistan. Sebanyak 95 persen responden merasa aman berjalan kaki di malam hari di Tajikistan. Selanjutnya, China dan Oman turut berada dalam daftar. Sebanyak 94 persen responden di kedua negara tidak merasa takut atau terancam jika mereka berjalan kaki di malam hari.
Kemudian, 93 persen responden menganggap Arab Saudi pun aman. Hong Kong, Kuwait, dan Norwegia ikut masuk dalam daftar. Responden dari masing-masing negara memiliki persepsi keamanan yang mencapai 91 persen. Sementara itu, 90 persen responden dari Bahrain dan Uni Emirat Arab juga merasa aman ketika berjalan di malam hari.

Perbandingan dengan Destinasi Wisata Indonesia
Tingkat rasa aman di Indonesia, khususnya di kota besar seperti Jakarta atau destinasi turis seperti Bali, masih jauh di bawah negara-negara top ini. Contohnya, Singapura mencapai 98 persen rasa aman, padahal kedua negara sama-sama berada di Asia Tenggara. Kondisi ini menimbulkan tantangan besar bagi Indonesia, terutama karena banyak wisatawan asing menjadikan Bali dan Jakarta sebagai tujuan utama.
Tingginya rasa aman di negara-negara tersebut disebabkan oleh beberapa faktor. Singapura dan Tajikistan memiliki sistem penegakan hukum yang kuat dan tingkat kriminalitas yang rendah. Selain itu, Arab Saudi menggunakan Islam sebagai dasar hukum, yang menciptakan kohesi sosial kuat dan menurunkan tingkat kriminalitas.
Sayangnya, menerapkan sistem hukum yang sama persis di Indonesia akan sulit. Namun, Indonesia bisa meniru penegakan hukum yang tegas dan mendorong partisipasi masyarakat dalam menjaga kohesi sosial, seperti yang berhasil dilakukan negara-negara tersebut.
Keamanan adalah indikator kemajuan. Kita harus terus berjuang menciptakan lingkungan yang aman bagi warganya, di siang maupun malam hari, layaknya Singapura dan negara lain.(*)
Penulis: Dwi Lena Irawati
Editor: Amin