Kaltimes.com – Puluhan pengusaha katering di Kota Kediri terjerat penipuan setelah tergiur dengan tawaran menjadi penyedia program makanan bergizi gratis.
Modus penipuan ini mencatut nama petinggi TNI setempat dan menawarkan kontrak kerja sama dengan kelompok masyarakat (pokmas) di daerah tersebut.
Sebanyak 72 pengusaha katering menjadi korban, dengan total uang muka yang terkumpul mencapai Rp 72 juta.
Mereka diminta membayar uang muka sebesar Rp 1 juta untuk mengikuti program pemerintah pusat yang dijanjikan.
Namun, setelah pembayaran dilakukan, para korban tak mendapatkan kejelasan tentang program tersebut.
NM (45), salah satu korban, mengaku tertarik dengan tawaran kontrak 5 tahun sebagai penyedia makanan.
“Kami tertarik karena ada kontrak kerja 5 tahun. Banyak ibu-ibu pemilik katering yang terdampak pandemi dan tidak memiliki pendapatan,” ujar NM.
Namun, belakangan, korban dipaksa membayar uang tambahan hingga mencapai Rp 1 juta per pemilik katering, yang kemudian disusul dengan kecurigaan karena tidak ada tindak lanjut dari pihak pokmas yang menawarkan program tersebut.
Para korban akhirnya berkumpul dan mendatangi rumah perwakilan pokmas, namun rumah tersebut kosong.
“Kami sudah mencoba menemui mereka, tapi rumahnya kosong. Ibu MG yang menjadi perwakilan pokmas menjanjikan akan mengembalikan uang kami,” tambah NM.
Salah satu korban lainnya, DH, mengaku telah menyetor Rp 2 juta dan berharap uangnya segera dikembalikan.
“Kami menunggu kabar, karena dijanjikan uang kami akan dikembalikan bulan ini,” ujar DH.
Kasus ini semakin viral setelah video pertemuan antara korban dan oknum pokmas beredar di media sosial.
Para pengusaha katering kini berharap ada kejelasan dan penyelesaian atas kejadian ini. (net/ra)