HUJAN deras mengguyur kota sejak Selasa (21/10/2025) pukul 02.44 hingga 04.00 dini hari. Beberapa ruas jalan sempat tergenang, meski tak berlangsung lama. Intensitas hujan mulai menurun sejak pukul 06.00 dan berlanjut hingga 10.42, sementara prakiraan BMKG menyebutkan hujan ringan masih akan bertahan sampai sekitar pukul 13.00 siang.
Cuaca ini seolah jadi gambaran kecil dari apa yang akan terjadi di akhir tahun nanti. Samarinda bersiap menyambut Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025 dengan langit yang kemungkinan besar tetap basah, namun lebih tenang dari tahun-tahun sebelumnya. Prediksi BMKG menunjukkan Desember akan menjadi puncak musim hujan di Kalimantan Timur. Artinya, payung wajib dibawa, tapi badai besar dan kabut tebal kemungkinan tak akan sering mampir.
Desember 2025: Waspada Curah Hujan Tinggi

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan bahwa Kalimantan Timur memasuki periode puncak musim hujan yang berlangsung dari November hingga Januari. Sebagian besar zona musim (ZOM) di wilayah ini bahkan diprediksi mengalami curah hujan di atas normal akibat pengaruh La Niña lemah.
Namun, ada kabar baik. Data historis menunjukkan cuaca ekstrem di Samarinda mulai mereda. Dibanding Desember 2023, badai petir pada Desember 2024 turun 50 persen, dari delapan kali menjadi empat kali. Kabut tebal juga menurun 30 persen, dan gerimis ringan turun hampir separuhnya.

Cuaca Masih Basah, Tapi Lebih Bersahabat

Meski hujan masih sering turun, badai petir dan kabut yang biasanya bikin visibilitas turun kini jauh berkurang. Ini jadi angin segar bagi pelancong dan penyelenggara acara Nataru, terutama transportasi udara dan sungai yang selama ini rawan gangguan akibat cuaca buruk.
Kalau tren ini berlanjut hingga akhir 2025, Samarinda bisa merayakan tahun baru dengan cuaca yang lebih bersahabat: basah, tapi tanpa banyak drama petir. Tantangannya bukan lagi badai, melainkan genangan air. Karena itu, fokus utama kota sebaiknya bergeser ke manajemen banjir, bukan sekadar mitigasi badai.
Intinya: Siap Payung, Tapi Nggak Perlu Panik
Hujan besar tetap akan datang, tapi tidak berarti perayaan akhir tahun harus suram. Justru dengan visibilitas yang lebih baik dan badai yang menurun, aktivitas luar ruangan dan perjalanan antarwilayah bisa berlangsung lebih lancar.
Samarinda mungkin akan tetap basah menyambut 2026, tapi kali ini, langit tampaknya sedikit lebih bersahabat.(*)
Penulis: Dwi Lena Irawati
Editor: Amin