Natal, Paus Fransiskus Serukan Perdamaian di Gaza dan Ukraina

kaltimes.com
26 Des 2024
Share
Paus Fransiskus memberikan pidato di misa Malam Natal di Basilika Santo Petrus, di Vatikan. (Foto: Tiziana Fabi/AFP)

Kaltimes.com – Paus Fransiskus menyerukan perhatian dunia terhadap krisis kemanusiaan di Gaza dalam pidato Natalnya di Roma.

Ia menyoroti penderitaan masyarakat di wilayah konflik itu, terutama mereka yang terdampak kelaparan dan perang.

“Saya memikirkan komunitas Kristen di Israel dan Palestina, khususnya di Gaza, di mana situasi kemanusiaan sangat serius. Semoga ada gencatan senjata, pembebasan sandera, dan bantuan bagi mereka yang kelelahan akibat kelaparan dan perang,” kata Paus Fransiskus seperti dilansir AFP.

Di Gaza, Natal berlangsung jauh dari sukacita.

Wilayah yang dilanda konflik berkepanjangan itu menghadapi keterbatasan bantuan, kelangkaan makanan, dan kehancuran infrastruktur.

Komunitas Kristen yang hanya berjumlah sekitar seribu orang dari total 2,3 juta penduduk, tetap merayakan Natal di tengah serangan Israel yang menewaskan lebih dari 45 ribu jiwa.

Doa mereka tertuju pada harapan akan penghentian kekerasan yang disebut sebagai ‘genosida.’

Selain Gaza, Paus juga menyinggung perang di Ukraina yang memasuki tahun ketiga.

Ia menyerukan penghentian kekerasan dan mendesak upaya dialog untuk mencapai perdamaian.

Sementara itu, di hari Natal, Rusia melancarkan serangan besar-besaran menggunakan rudal dan drone, menyebabkan korban luka serta kerusakan di beberapa wilayah, termasuk Kharkiv dan Kiev.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyebut serangan tersebut sebagai tindakan “tidak manusiawi.”

Ia menyoroti penderitaan rakyatnya yang kini harus bertahan hidup tanpa pemanas di tengah suhu ekstrem, serta pemadaman listrik yang meluas akibat serangan itu.

Pesan Natal Paus Fransiskus menjadi seruan global untuk menghentikan kekerasan dan membangun perdamaian yang lebih adil, di Gaza maupun Ukraina. (net/ra)