Malaysia Juara Pengguna QR, Indonesia Baru Urutan 16

kaltimes.com
22 Sep 2025
Share

GEMERLAP layar ponsel kini jadi gerbang transaksi sehari-hari. Dari belanja, pesan makanan, hingga sekadar daftar hadir, kode QR hadir di mana-mana.

Tidak berlebihan menyebut kode QR sebagai teknologi populer saat ini. Indonesia bahkan punya sistem pembayaran sendiri berbasis kode QR bernama QRIS atau Quick Response Code Indonesian Standard. QRIS mulai diperkenalkan Bank Indonesia pada 2019 dan kini jadi salah satu metode pembayaran favorit, terutama bagi anak muda karena praktis dan cepat.

Meski begitu, Indonesia bukan pengguna kode QR terbesar di dunia. Berdasarkan laporan Digital 2025 July Global Statshot dari DataReportal, Indonesia ada di peringkat ke-16 dengan 49,6 persen pengguna internet berusia di atas 16 tahun memakai kode QR tiap bulan. Angka ini sedikit lebih tinggi dibanding rata-rata dunia yang berada di 48,4 persen.

Malaysia menempati posisi pertama dengan 64,8 persen. China berada di urutan kedua dengan 61 persen. Argentina menyusul di peringkat ketiga dengan 59,6 persen. Brasil dan Swiss melengkapi lima besar dengan masing-masing 57,4 persen dan 56,9 persen.

Di posisi keenam ada Thailand dengan 56,5 persen. Singapura menempati urutan ketujuh dengan 55,9 persen. Vietnam berada di peringkat kedelapan dengan 54,2 persen. Kolombia dan Hong Kong menutup sepuluh besar dengan masing-masing 53,9 persen dan 53,2 persen.

Keunggulan kode QR tidak hanya pada kepraktisan. Transaksi digital membuat perputaran uang lebih cepat tercatat dalam sistem perbankan. Arus data transaksi juga membantu otoritas keuangan memantau aktivitas ekonomi. Namun, jika uang tunai yang beredar terlalu sedikit, bisa muncul dampak lain, seperti berkurangnya likuiditas di masyarakat yang masih bergantung pada uang fisik.

Fenomena ini menunjukkan transformasi ekonomi digital belum sepenuhnya tuntas. Indonesia perlu menyeimbangkan antara dorongan penggunaan QRIS dengan tetap menjaga akses uang tunai bagi semua lapisan masyarakat. (*)


Penulis: Dwi Lena Irawati