Kasus Pornografi Casting Iklan Palsu, Dua Pelaku Ditangkap di Surabaya

kaltimes.com
23 Des 2024
Share
Para tersangka perekam model ganti baju saat casting di Surabaya ditangkap Polda Jatim. (Foto: Praditya Fauzi Rahman/detikJatim)

Kaltimes.com – Dua pelaku yang terlibat dalam kasus pornografi melalui casting model iklan abal-abal ditangkap oleh polisi di Surabaya, Jawa Timur.

Mereka diketahui menggunakan kamera tersembunyi untuk merekam korban yang sedang berganti pakaian, kemudian menyebarkan video tersebut ke media sosial.

Kasubdit II Ditressiber Polda Jatim, AKBP Charles Tampubolon, mengungkapkan bahwa kedua tersangka berinisial S dan N ditangkap di Gresik pada Rabu (18/12).

“Kami amankan dua orang yang diduga terlibat dalam kasus ini,” ujar Charles.

Menurut Charles, modus pelaku adalah menawarkan casting iklan produk makanan dan barang lainnya kepada sejumlah model dengan janji untuk menjadi supermodel atau mendapatkan pekerjaan lanjutan.

“Mereka telah menjalankan aksinya sejak 2015 hingga 2023, dengan lebih dari 200 korban,” kata Charles.

Saat ini, pihak kepolisian masih mendalami lebih lanjut terkait penyebaran video-video casting tersebut. “Penyelidikan terkait penyebaran video masih berlangsung,” tambahnya.

Kedua tersangka kini dijerat dengan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) serta Undang-Undang Pornografi.

Kasus ini mengundang kekhawatiran dari banyak pihak, terutama para korban yang merasa terganggu oleh penyebaran video tersebut.

Salah satu korban mengungkapkan, ia dihubungi oleh pelaku pada 2017 untuk mengikuti casting iklan makanan.

Setelah datang ke lokasi casting di apartemen Surabaya Barat, korban merasa curiga ketika diminta berganti pakaian dan melihat ada kamera tersembunyi.

“Saya langsung merasa ada yang tidak beres dan segera menghubungi teman-teman saya untuk menemani,” kata korban.

Beberapa tahun kemudian, korban mengetahui bahwa video dirinya saat casting telah tersebar di media sosial dan dijual di grup Telegram.

“Kami berharap kasus ini segera terungkap,” tambah korban dengan penuh harap. (net/ra)