SIAPA sangka, sebuah film animasi buatan Indonesia akhirnya mampu mengguncang dominasi film-film animasi internasional. Jumbo, yang dirilis pada 2025 menciptakan kebanggaan nasional yang tak bisa diabaikan. Di tengah gempuran film-film besar dari Hollywood, Jumbo hadir sebagai kejutan manis yang membalikkan peta animasi di layar bioskop Indonesia.
Menurut data Film Indonesia per 1 Juni 2025 jumlah penonton, Jumbo berhasil mencatat angka fantastis, yakni lebih dari 10 juta penonton. Angka ini jauh melampaui pencapaian film animasi internasional yang sebelumnya populer di Indonesia. Sebagai perbandingan, Frozen II yang dirilis pada 2019 hanya meraup sekitar 4,6 juta penonton. Moana 2, yang tayang pada 2024, mencatatkan 3,1 juta penonton. Sementara itu, Minions dan The Lion King masing-masing hanya menyentuh angka 2,8 juta dan 2,7 juta penonton. Dengan pencapaian ini, Jumbo bukan sekadar menyalip, tapi melesat jauh meninggalkan nama-nama besar yang selama ini dianggap tak tergoyahkan.

Kesuksesan Jumbo bukan kebetulan semata. Ceritanya yang lekat dengan kehidupan anak-anak Indonesia, dikemas dengan visual memikat dan musik yang kuat, berhasil merebut hati penonton. Lebih dari itu, Jumbo menjadi wadah bagi para kreator lokal untuk bersinar. Dari penulis naskah, animator, hingga pengisi suara, mayoritas tim produksi berasal dari talenta dalam negeri yang selama ini jarang mendapat panggung sebesar ini. Keberhasilan ini tak hanya menyentuh hati penonton, tapi juga membuka mata industri akan potensi besar animasi lokal yang selama ini terpinggirkan.
Akhirnya, Jumbo bukan hanya soal angka penonton atau prestasi box office. Film ini adalah simbol bahwa Indonesia mampu berdiri sejajar, bahkan melampaui, karya-karya global asalkan diberi ruang, kepercayaan, dan dukungan.
Jika Jumbo saja bisa melesat sejauh ini, bayangkan potensi animasi Indonesia ke depan. Selama mimpi-mimpi lokal terus diberi ruang dan bukan sekadar mengekor tren demi ikut-ikutan suksesnya Jumbo. Semoga film animasi berikutnya tak hanya hadir, tapi juga punya kualitas yang setara, atau bahkan melampaui.(*)
Penulis: Dwi Lena Irawati
Editor: Amin