Kaltimes.com – Serangan militer Israel di Gaza terus berlanjut. Baru-baru ini, serangan udara menghantam Sekolah Musa Bin Nusayr di Kota Gaza, menewaskan 17 orang, termasuk anak-anak.
Sekolah tersebut dikenal sebagai tempat penampungan bagi pengungsi Palestina.
Menurut petugas medis Palestina, seperti dilansir dari Reuters, selain serangan di sekolah, empat orang lainnya tewas akibat serangan udara yang menghantam mobil di Gaza.
“Serangan ini menargetkan militan Hamas yang beroperasi dari sekolah,” ujar militer Israel, yang menyatakan Hamas menggunakan tempat tersebut untuk merencanakan serangan terhadap pasukan Israel.
Selain itu, lima warga Palestina lainnya tewas dalam serangan terpisah di Rafah dan Khan Younis.
Di Beit Lahiya, Gaza utara, militer Israel memerintahkan evakuasi rumah sakit, memindahkan pasien ke fasilitas lain.
“Misi ini hampir tidak mungkin dilakukan karena kami tidak memiliki ambulans.” ujar Direktur Rumah Sakit Kamal Adwan, Hussam Abu Safiya.
Israel mengklaim serangannya bertujuan untuk melawan militan Hamas, namun Palestina menuduh Israel melakukan “pembersihan etnis” untuk menghilangkan penduduk di daerah tersebut.
Seperti dikutip dari CNN, Israel menegaskan bahwa operasi ini bertujuan untuk menghilangkan ancaman dari Hamas. (net/ra)