Kaltimes.com – Israel akhirnya mengakui telah membunuh Ismail Haniyeh, pemimpin Hamas, setelah sebelumnya menutupi keterlibatannya.
Pengakuan ini disampaikan oleh Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, pada Senin (23/12), seperti dilaporkan oleh AFP.
“Kita akan menyerang kelompok Houthi dan menghancurkan pemimpin mereka, seperti yang sudah kita lakukan terhadap Ismail Haniyeh, Yahya Sinwar, dan Hasan Nasrallah, di Teheran, Gaza, dan Lebanon.” ungkap Katz.
Haniyeh sendiri tewas di Teheran pada akhir Juli 2024, saat menghadiri pelantikan Presiden Iran, Masoud Pezehskian.
Ia tewas bersama seorang anggota Garda Revolusi Iran akibat ledakan yang dipasang oleh agen Israel beberapa pekan sebelumnya.
Sebelumnya, Israel tidak pernah mengakui peranannya dalam kematian Haniyeh.
Namun, Iran dan Hamas telah lama menyalahkan Israel atas kematian sang pemimpin biro politik Hamas.
“Siapa pun yang menentang Israel, akan dipotong tangannya. Tangan panjang Angkatan Bersenjata Israel akan menyerangnya dan membuatnya bertanggung jawab.” tegas Katz
Selain itu, pada 27 September, Israel juga membunuh Hasan Nasrallah dengan serangan bom di Beirut, dan pada 16 Oktober, Yahya Sinwar, penerus Haniyeh, dibunuh di Gaza. (net/ra)