Hari Keluarga Nasional: Saat Jumlah Anggota Keluarganya Terus Mengecil, Makna Keluarga Semakin Dalam

kaltimes.com
28 Mei 2025
Share

29 MEI, merupakan Hari Keluarga Nasional. Sebuah momen yang mengingatkan akan pentingnya keluarga sebagai fondasi masyarakat. Di era modern ini, konsep keluarga mengalami transformasi signifikan. Generasi muda, khususnya Generasi Z dan Milenial, mulai mendefinisikan ulang arti keluarga, menyesuaikannya dengan dinamika zaman.

Jumlah anggota keluarga yang semakin kecil bisa terjadi karena berbagai faktor, mulai dari pilihan pribadi hingga pengaruh sosial dan ekonomi. Salah satu faktor utamanya adalah pilihan keluarga itu sendiri. Hal ini telah dijelaskan pada penelitian oleh Ni Luh Ayu Utaminingsih & I Wayan Suwendra (2022), Pengaruh Pendapatan dan Jumlah Anggota Keluarga terhadap Kesejahteraan Keluarga di Kelurahan Karangasem. Pada jurnal tersebut dikatakan banyak pasangan masa kini yang memilih untuk memiliki lebih sedikit anak demi fokus pada karier. Selain itu, mereka mempertahankan gaya hidup independen atau menyesuaikan diri dengan kenaikan biaya hidup.

Ketersediaan dan penggunaan alat kontrasepsi yang lebih luas juga berperan besar. Program keluarga berencana memungkinkan keluarga untuk merencanakan jumlah anak secara lebih efektif dan sadar. Selain itu, urbanisasi dan perubahan gaya hidup, seperti meningkatnya pendidikan serta partisipasi perempuan dalam dunia kerja, turut memengaruhi struktur keluarga yang lebih kecil.

Faktor ekonomi juga tak kalah penting. Keluarga di daerah perkotaan umumnya menghadapi biaya hidup yang lebih tinggi. Seperti kebutuhan dasar hingga pendidikan anak. Hal ini mendorong mereka untuk membentuk keluarga kecil agar bisa mengalokasikan sumber daya secara lebih optimal. Di sisi lain, nilai-nilai sosial pun ikut bergeser. Pendidikan dan kesejahteraan anak menjadi prioritas utama ketimbang jumlah.

Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) memperkuat tren ini. Rata-rata jumlah anggota rumah tangga di Indonesia terus menurun dalam satu dekade terakhir. Pada tahun 2010, rata-rata anggota rumah tangga tercatat 4,0 orang. Angka ini turun menjadi 3,8 orang pada tahun 2015, dan kembali menyusut menjadi 3,6 orang pada tahun 2020. Penurunan ini mencerminkan pergeseran struktur rumah tangga dari keluarga besar ke keluarga inti yang lebih ramping.

Perubahan struktur keluarga ini menunjukkan bahwa rumah tangga Indonesia kini jauh lebih beragam. Di tengah tantangan modern, keluarga tidak lagi didefinisikan oleh jumlah, melainkan oleh kualitas hubungan, daya adaptasi dan kekuatan untuk terus berkembang. Dalam peringatan Hari Keluarga Nasional ini, keluarga merupakan pijakan utama bagi setiap individu untuk tumbuh dan bermakna.(*)

Penulis: Dwi Lena Irawati
Editor: Amin