Gerak Cepat: Tim Siber Dibentuk, Respons Kenaikan Serangan 2 Kali Lipat

kaltimes.com
12 Okt 2025
Share

DI TENGAH maraknya ancaman dan kejahatan di dunia maya, Pemkab Berau mengambil langkah antisipatif. Mereka menjadi garda terdepan yang siap melindungi data publik dari serangan digital yang kian masif.

Pemkab Berau mengambil langkah tegas menjaga keamanan data di lingkungan pemerintah daerah. Melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), Pemkab membentuk Tim Tanggap Insiden Siber (TTIS). Tim ini menjadi garda terdepan menghadapi ancaman dunia digital.

Dilansir Berau Post (25/8/2025), Kepala Diskominfo Berau, Didi Rahmadi, menyebut pembentukan TTIS ini tindak lanjut arahan pusat. Hal ini sesuai Surat Edaran Menteri Dalam Negeri (Mendagri) dan BSSN. “Di Berau, pembentukan TTIS ditargetkan selesai tepat waktu,” ungkap Didi. Tenggat waktu yang ditentukan adalah 30 September 2025.

Serangan Digital Nasional Naik Dua Kali Lipat

Langkah cepat Pemkab Berau ini beralasan kuat. Mereka merespons tren serangan siber yang merajalela di Indonesia. Laporan Pemantauan Hak-Hak Digital di Indonesia Triwulan I dan II 2025 yang dirilis oleh Southeast Asia Freedom of Expression Network (SAFEnet), mencatat data yang mengkhawatirkan. Jumlah serangan digital di paruh awal 2025 meningkat dua kali lipat dibanding tahun 2024.

Dari data itu mencatat 305 kasus serangan digital terjadi hingga Kuartal I 2025. Sebagai perbandingan, pada paruh awal 2024 hanya terjadi 150 serangan. Bulan Maret dan Mei mencatatkan intensitas tertinggi di awal 2025. Sebanyak 68 insiden terjadi pada Maret. Sementara itu, 65 insiden serangan tercatat terjadi pada Mei. Data ini menunjukkan risiko yang dihindari Berau sangat nyata dan berskala besar.

TTIS Optimalkan ASN Lintas Dinas

TTIS Berau beranggotakan Aparatur Sipil Negara (ASN) dari lintas perangkat daerah. Anggotanya meliputi perwakilan Diskominfo, Inspektorat, Dinas Pendidikan, hingga Dinas Kesehatan. Pembentukan dan susunan keanggotaan ini diatur melalui Surat Keputusan (SK) bupati.

Didi Rahmadi menjelaskan tidak ada perekrutan baru untuk tim ini. TTIS mengoptimalkan sumber daya yang sudah ada. Anggota tim berasal dari ASN yang lingkup kerjanya memang terkait urusan siber. Selain pembentukan tim, Diskominfo fokus pada penguatan kapasitas.

Pelatihan bagi anggota TTIS dijadwalkan pada 5 September 2025. Kegiatan ini diharapkan menambah pemahaman dan keterampilan tim dalam menghadapi potensi ancaman siber. Didi Rahmadi berharap kehadiran TTIS meningkatkan kemampuan personel. Dengan begitu, gangguan terhadap sistem aplikasi dan data pemerintah daerah dapat ditangani lebih cepat. Ia menekankan, menjaga kerahasiaan dan keamanan data publik adalah kewajiban serius.

Ketua DPRD Berau, Dedy Okto Nooryanto, menyambut baik langkah ini. Ia menilai keamanan data pemerintah daerah harus menjadi prioritas utama. Menurutnya, pemerintah daerah harus sigap dan adaptif menghadapi potensi ancaman siber.

Dedy menegaskan DPRD siap memberikan dukungan regulasi dan penganggaran. Kesiapan anggaran sangat penting agar tim dapat bekerja optimal. Ia mengapresiasi pendekatan efisien Diskominfo. Ia menilai langkah ini sangat realistis dan efisien.(*)


Penulis: Dwi Lena Irawati
Editor: Amin