RIBUAN orang melangkah dengan harapan, tapi hanya segelintir yang menemukan tujuan. Di banyak daerah Indonesia, para pencari kerja menanti kesempatan yang tak kunjung datang. Loker yang tersedia terlalu sedikit untuk menampung gelombang harapan yang terus berdatangan.
Data dari Badan Pusat Statistik (BPS), di Jawa Barat, tercatat hampir 300 ribu orang mencari kerja, namun lowongan yang tersedia hanya setengahnya, sekitar 149 ribu. Kondisi serupa terjadi di Jawa Tengah, dengan 179 ribu pencari kerja dan hanya 132 ribu loker.
Di Lampung, jurangnya makin lebar. Dari 31 ribu pencari kerja bersaing memperebutkan hanya 10 ribu lowongan. Sulawesi Selatan mencatat 22 ribu pencari kerja, tapi hanya ada 8 ribu posisi yang terbuka.
NTB sedikit lebih baik dengan 36 ribu pencari kerja dan 23 ribu loker, namun tetap belum seimbang. Jawa Timur menghadapi tantangan serupa dengan 77 ribu pencari kerja dan 65 ribu loker, sementara Sumatera Utara mencatat 18 ribu pencari kerja dan hanya 9 ribu lowongan.

Kesenjangan antara jumlah pencari kerja dan lowongan yang tersedia menandakan bahwa problem ketenagakerjaan bukan hanya soal minat, tapi soal akses dan kesempatan. Jika ketimpangan ini terus dibiarkan, harapan generasi muda akan perlahan redup di tengah janji pembangunan yang tak merata.(*)
Penulis: Dwi Lena Irawati
Editor: Amin