Aksi, Komedi, dan Romansa Jadi Genre Paling Laku di Platform Streaming Indonesia

kaltimes.com
9 Okt 2025
Share

KETEGANGAN, tawa, dan kisah cinta kini bersaing ketat di layar kaca. Di platform streaming, selera penonton Indonesia terus berubah. Tak lagi terpaku pada romansa, kini banyak yang mencari aksi dan hiburan ringan.

Kalau bicara soal genre favorit, penonton Indonesia lebih suka ketegangan dan tawa daripada kisah cinta. Hal ini terlihat dalam survei Jakpat yang digelar pada 27 Mei–3 Juni 2025. Survei ini melibatkan 901 responden dari berbagai wilayah. Hasilnya menunjukkan bahwa kini penonton lebih bebas mengeksplorasi tontonan sesuai selera, tanpa terikat tren lama.

Genre aksi menjadi yang paling banyak dipilih, dengan 66 persen responden mengaku rutin menontonnya. Tayangan penuh ketegangan seperti 13 Bom di Jakarta (2023) atau Mencuri Raden Saleh (2022) menjadi favorit banyak orang.
Tepat di bawahnya ada genre komedi dengan 65 persen.

Film seperti Agak Laen (2024) sukses menarik banyak tawa sekaligus penonton. Hiburan ringan masih jadi cara jitu melepas stres.

Romansa berada di posisi ketiga dengan 62 persen. Film seperti Sore (2025) atau Dear Nathan (2022) masih punya tempat di hati penonton, meski tak lagi mendominasi.

Selanjutnya, drama berada di peringkat keempat (60 persen). Cerita emosional seperti Ngeri-Ngeri Sedap (2022) tetap digemari karena kisahnya yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Genre petualangan berada di angka 54 persen, dengan contoh seperti Petualangan Sherina 2 (2023). Fantasi menyusul di angka 48 persen, seperti Sri Asih (2022) yang mengangkat kisah pahlawan lokal.

Genre misteri (45 persen) juga mencuri perhatian, seperti film Losmen Melati (2023). Begitu pula horor (43 persen), yang terus tumbuh lewat film seperti Sewu Dino (2023). Thriller juga punya pasar sendiri (42 persen), ditandai dengan kehadiran film seperti Sleep Call (2023).

Genre keluarga menjadi yang paling rendah dengan 38 persen. Padahal film seperti Keluarga Cemara 2 (2022) punya nilai kebersamaan yang kuat. Ini menunjukkan kebiasaan menonton makin individual, sesuai karakter platform streaming yang personal.

Kini, aksi, komedi, dan drama bisa bersaing ketat dengan genre lama seperti romansa. Penonton tak lagi terpaku pada satu selera, tapi memilih tontonan sesuai suasana hati dan kebutuhan hiburan masing-masing.(*)


Penulis: Dwi Lena Irawati
Editor: Amin