Agresi Israel Akibatkan Penuruan Populasi di Gaza Hingga 6%, 1.091 Bayi Tewas

kaltimes.com
2 Jan 2025
Share
Ilustrasi Penduduk Gaza akibat Agresi Israel. (Foto: REUTERS/Ramadan Abed)

Kaltimes.com – Populasi Gaza, Palestina, mengalami penurunan sebesar 6% sejak dimulainya agresi Israel pada Oktober 2023, menurut laporan dari Biro Pusat Statistik Palestina (PCBS).

Sebelumnya, populasi Gaza tercatat sekitar 2,1 juta jiwa, namun kini berkurang sekitar 160 ribu orang akibat konflik yang terus berlangsung.

Sebagian besar dari populasi ini, yaitu sekitar 47% atau lebih dari satu juta jiwa, adalah anak-anak di bawah usia 18 tahun.

PCBS juga melaporkan bahwa lebih dari 100 ribu warga Palestina terpaksa mengungsi, sementara lebih dari 55 ribu lainnya diperkirakan tewas akibat agresi Israel.

Menurut Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza, sebanyak 45.500 warga Gaza meninggal dunia, lebih dari setengahnya merupakan perempuan dan anak-anak.

Selain itu, sekitar 11 ribu orang masih dinyatakan hilang.

Sementara itu, media pemerintahan Palestina di Gaza mengungkapkan bahwa sebanyak 1.091 bayi Palestina telah meninggal dunia sejak serangan Israel dimulai pada 7 Oktober 2023.

Dari jumlah tersebut, 238 di antaranya adalah bayi yang baru lahir.

Meski telah ada desakan dari Dewan Keamanan PBB untuk segera melakukan gencatan senjata, Israel tetap melanjutkan agresinya dan memberlakukan blokade total terhadap Jalur Gaza.

Blokade ini memaksa populasi Gaza terancam kelaparan dan kekurangan kebutuhan dasar.

Pada Senin, 30 Desember 2024, setidaknya tujuh orang, termasuk enam bayi, meninggal akibat paparan cuaca dingin di Gaza. (net/ra)