Rp 447 Triliun untuk 11 Janji Prabowo: Harapan Rakyat atau Terlalu Indah untuk Jadi Nyata?

kaltimes.com
14 Jun 2025
Share

KETIKA rakyat berharap pada negara, yang mereka minta bukan kemewahan, tapi jaminan hidup yang layak. Contohnya, makan cukup, rumah yang bisa ditinggali, dan sekolah yang tidak roboh. Di tengah harga pangan yang tak menentu dan layanan publik yang timpang, janji-janji Prabowo hadir membawa harapan besar. Tetapi, dengan angka sebesar itu, rasanya terlalu indah untuk benar-benar berjalan sesuai rencana.

Dilansir Tempo, dari keseluruhan rencana belanja, program dengan anggaran terbesar adalah Koperasi Desa Merah Putih yang menyerap dana hingga Rp 200 triliun. Program ini bertujuan membangun kemandirian ekonomi desa lewat koperasi, menjadi tulang punggung ekonomi rakyat kecil.(Daftar 11 Program Prioritas Prabowo, Telan Anggaran Rp 446 Triliun | tempo.co, Tempo, 2025)

Sementara itu, program andalan lainnya, yakni Makan Bergizi Gratis (MBG), mendapat alokasi Rp 121 triliun. Program ini menyasar kebutuhan dasar anak-anak sekolah agar tidak lagi belajar dalam keadaan lapar dan membantu perbaikan gizi.

Di sektor perumahan, Program 3 Juta Rumah melalui skema FLPP (Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan) mendapat porsi Rp 41,88 triliun. Pemerintah juga mengalokasikan Rp 23,6 triliun untuk lumbung pangan. Gunanya untuk memperkuat cadangan pangan nasional dan ketahanan pangan desa.

Masalah infrastruktur pertanian juga tak luput dari perhatian. Pembangunan bendungan dan irigasi akan digelontor R p20,5 triliun. Di saat yang sama, anggaran sebesar Rp 19,5 triliun disiapkan untuk rehabilitasi sekolah yang rusak di berbagai daerah. Untuk menciptakan akses pendidikan dasar yang merata, program Sekolah Rakyat mendapat anggaran Rp 11,6 triliun.

Di sektor kesehatan, program cek kesehatan dan pemeriksaan gratis dirancang dengan dana Rp 3,4 triliun, dan penanganan tuberkulosis (TBC) sebesar Rp 1,5 triliun. Pemerintah juga menjanjikan pembangunan rumah sakit berkualitas dengan alokasi Rp 1,7 triliun, serta pengembangan Sekolah Unggul Garuda sebesar Rp 2 triliun sebagai pusat pendidikan unggulan berstandar nasional.

Di atas kertas, total sebelas program ini memang menjanjikan perubahan besar. Dari desa hingga pusat, dari dapur rakyat hingga bangku sekolah. Namun pertanyaannya tetap sama: mampukah negara menepati janji sebesar ini? Karena bagi rakyat, yang mereka butuhkan bukan sekadar anggaran, tapi bukti yang benar-benar hadir di depan mata.(*)Penulis: Dwi Lena Irawati
Editor: Amin