TAKBIR yang menggema setiap Idul Adha selalu membawa haru. Di balik lantunan suci itu, ada makna pengorbanan yang diwujudkan dalam bentuk hewan kurban. Tradisi yang menyatukan umat dalam kepedulian dan berbagi.
Di Indonesia, memilih hewan kurban bukan hanya soal kemampuan, tapi juga soal kebiasaan dan tradisi. Beberapa memilih sapi untuk dibagi bersama.Lainnya, lebih memilih kambing atau domba karena lebih praktis. Namun, secara angka, hewan mana yang paling banyak dikurbankan sepanjang tahun?
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2024, sapi menjadi hewan kurban yang paling banyak dipilih masyarakat Indonesia. Jumlah sapi mencapai 101,7 ribu ekor. Sebagai perbandingan, kambing menyusul di posisi kedua sebanyak 22,3 ribu ekor. Domba berada di urutan terakhir, dengan angka tertinggi 5,1 ribu ekor.

Sapi menjadi primadona dalam kurban bukan tanpa alasan. Bobot daging yang besar membuatnya ideal untuk dibagi ke lebih banyak orang. Selain itu, kurban sapi bisa dilakukan secara patungan oleh tujuh orang, menjadikannya pilihan ekonomis namun tetap bernilai ibadah tinggi. Bagi sebagian masyarakat, berkurban sapi juga dianggap lebih prestise dan mencerminkan semangat kebersamaan yang kuat.
Fenomena ini menegaskan bahwa sapi masih menjadi pilihan utama dalam berkurban. Namun apa pun pilihannya, yang terpenting adalah niat berbagi dan kepedulian yang menyertainya. Sebab sejatinya, Idul Adha bukan tentang seberapa besar hewan yang dikurbankan, tapi seberapa luas manfaat yang dibagikan.(*)
Penulis: Dwi Lena Irawati
Editor: Amin