Belanja Rokok Kalahkan Beras: Prioritas Konsumsi Warga Dipertanyakan

kaltimes.com
6 Jun 2025
Share

DI TENGAH perjuangan memenuhi kebutuhan pokok, ada satu hal yang tampaknya tetap tak tergoyahkan dalam daftar belanja masyarakat Indonesia, rokok. Meski harga pangan terus naik, sebatang rokok tetap punya tempat istimewa di dompet banyak keluarga.

Berdasarkan Badan Pusat Statistik (BPS) 2024, pengeluaran terbesar rumah tangga Indonesia setelah makanan dan minuman jadi adalah untuk rokok. Rata-rata pengeluaran  Rp 91.700 per bulan. Jumlah ini bahkan lebih tinggi dibandingkan pengeluaran untuk padi-padian seperti beras, jagung dan gandum yang berada di angka Rp 89.800. 

Sementara itu, konsumsi ikan dan seafood menelan Rp 61.900. Disusul sayuran sebesar Rp 55.900, daging Rp 41.500, telur dan susu Rp 40.700, serta buah-buahan R p38.100. Bahan minuman seperti kopi dan teh mencatat angka paling rendah, yakni Rp 23.000.

Secara keseluruhan, rata-rata pengeluaran masyarakat Indonesia untuk makanan jadi adalah Rp764.900 per bulan. Dari total pengeluaran itu, sekitar Rp 91.700 atau 12 persen digunakan untuk membeli rokok. Sementara itu, porsi untuk padi-padian seperti beras hanya sekitar 11,7 persen.

Artinya, orang Indonesia kini lebih banyak menghabiskan uang untuk rokok daripada untuk beras. Padahal, beras jauh lebih penting untuk kebutuhan gizi.

Fenomena ini tak hanya mencerminkan pola konsumsi, tapi juga membuka ruang refleksi. Ketika asap rokok lebih dominan dari sepiring nasi, mungkin perlu dipertanyakan tentang arah kebijakan dan kesadaran konsumsi yang sedang dibentuk.(*)

Penulis: Dwi Lena Irawati
Editor: Amin