16 Juta Investor, 54 Persen Berusia di Bawah 30: Era Baru Literasi Finansial Anak Muda

kaltimes.com
29 Mei 2025
Share

UANG bukan lagi sekadar alat tukar bagi generasi muda hari ini. Ia adalah simbol kendali, keamanan dan kebebasan. Di tengah ketidakpastian zaman, literasi finansial menjadi bekal penting. Pengetahuan ini bukan hanya untuk bertahan hidup, tapi juga untuk menentukan arah hidup sejak dini.

Semakin banyak anak muda yang kini paham pentingnya merencanakan keuangan, tidak hanya untuk kebutuhan jangka pendek, tapi juga masa depan. Mereka mulai rajin menabung, belajar investasi dan aktif mengikuti edukasi finansial melalui media sosial, webinar, hingga aplikasi keuangan. Dorongan ini lahir bukan semata karena kebutuhan. Lingkungan digital yang inklusif dan narasi kemandirian finansial turut mempercepat kesadaran mereka.

Data terbaru per April 2025 dari PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) menunjukkan bahwa jumlah investor individu di pasar modal telah mencapai lebih dari 16 juta orang. Dari angka tersebut, lebih dari setengahnya berasal dari kalangan muda berusia di bawah 30 tahun. Terdapat sekitar 8,8 juta orang atau 54,42 persen.

Generasi usia 31–40 tahun menyusul di posisi kedua dengan 24,72 persen (sekitar 4 juta orang). Sementara itu, investor berusia di atas 60 tahun hanya menyumbang 2,96 persen atau sekitar 479 ribu orang. 

Meski mendominasi jumlah, nilai aset yang dikelola oleh kelompok muda masih lebih kecil. Total kepemilikan mereka per April 2025 tercatat sekitar Rp 40,58 triliun, jauh di bawah kelompok 31–40 tahun yang memegang Rp 254,87 triliun. Fenomena ini menunjukkan bahwa meskipun masih dalam tahap awal, generasi muda sudah aktif membangun pondasi keuangan mereka.

Kecakapan finansial yang tumbuh ini adalah sinyal positif. Jika tren ini terus didorong dengan edukasi yang tepat dan akses yang merata, dampaknya bisa sangat besar. Generasi muda Indonesia berpotensi tumbuh menjadi kelompok ekonomi paling berpengaruh dalam beberapa dekade ke depan. Mereka bukan hanya akan bekerja untuk uang, tapi juga membuat uang bekerja untuk mereka.(*)

Penulis: Dwi Lena Irawati
Editor: Amin