TUBERKOLOSIS (TBC) masih menjadi salah satu penyakit menular paling mematikan di dunia. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), TBC membunuh lebih dari 1 juta orang setiap tahun. Parahnya,Indonesia menempati peringkat kedua sebagai negara dengan jumlah kasus tertinggi setelah India. Meski sudah ada vaksin BCG, efektivitasnya pada orang dewasa sangat terbatas. Kondisi ini membuat pengembangan vaksin baru menjadi sangat mendesak.
Sebuah harapan baru hadir lewat uji coba vaksin TBC M72/AS01E. Vaksin tersebut hasil pengembangan perusahaan biofarmasi GSK yang didanai oleh Bill & Melinda Gates Foundation dan Wellcome Trust. Berdasarkan laporan BBC, vaksin ini telah melewati uji klinis tahap dua dengan hasil menjanjikan. Hasilnya, mampu mencegah infeksi aktif hingga 50 persen pada orang yang sudah terinfeksi laten. Kini, vaksin tersebut memasuki tahap uji klinis skala besar (fase tiga) untuk membuktikan efektivitas dan keamanannya lebih lanjut.(Uji vaksin TBC disponsori Bill Gates – Apakah warga Indonesia jadi ‘kelinci percobaan’? – BBC News Indonesia, BBC Indonesia, 2025)
Indonesia dipilih sebagai salah satu lokasi uji coba karena dianggap memiliki beban TBC yang tinggi dan infrastruktur kesehatan yang mendukung pelaksanaan uji klinis. Partisipasi Indonesia diharapkan mempercepat validasi global dan memberi akses awal jika vaksin terbukti efektif. Uji coba akan melibatkan ribuan peserta dewasa dari berbagai wilayah.
Selain Indonesia, empat negara lain turut ambil bagian dalam uji coba vaksin TBC ini. Afrika Selatan menjadi negara dengan jumlah peserta terbanyak, yakni lebih dari 13 ribu orang. Disusul oleh Kenya dengan lebih dari 3.500 peserta, kemudian Indonesia dengan sekitar 2.000 peserta. Sementara itu, Zambia dan Malawi masing-masing menyumbang hampir 900 dan 450 peserta. Data ini menunjukkan bahwa negara-negara dengan beban TBC tinggi menjadi fokus utama dalam pengujian skala besar ini.

BPOM menyetujui uji klinis setelah mengevaluasi hasil uji sebelumnya. Penilaian juga mencakup protokol penelitian yang diajukan saat ini. Kepala BPOM saat itu, Taruna Ikrar, menyebut keputusan ini sebagai bagian dari upaya percepatan penanggulangan TBC, seperti dilansir Tempo. Uji klinis juga mengikuti standar internasional untuk keamanan dan efektivitas vaksin.(Apa Alasan BPOM Mengizinkan Uji Klinis Vaksin TBC Bill Gates? | tempo.co, Tempo, 2025)
Langkah Indonesia untuk ikut serta dalam uji coba ini menjadi sinyal penting bahwa negara bersiap menghadapi tantangan TBC dengan pendekatan ilmiah dan kolaboratif. Jika vaksin ini terbukti sukses, dunia mungkin akan memiliki alat baru yang lebih ampuh dalam melawan salah satu ancaman kesehatan global terbesar.(*)Penulis: Dwi Lena Irawati
Editor: Amin