Pisang, Buah Paling Populer yang Menyimpan Risiko Tinggi

kaltimes.com
3 Mar 2025
Share

PISANG banyak dikonsumsi di Indonesia karena melimpah, terjangkau, dan bermanfaat bagi kesehatan. Buah ini kaya akan vitamin, kalium dan serat, yang membantu menjaga kesehatan jantung, sistem pencernaan, serta memberikan energi. Pisang juga mudah ditemukan di hampir seluruh daerah. Hal ini menjadikannya pilihan utama dalam pola makan sehari-hari.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) yang diakses 8.18 Wita, 17 Februari 2025 menunjukkan bahwa pada tahun 2024, rata-rata konsumsi pisang (selain pisang ambon) di Indonesia mencapai 0,087 kg per kapita per minggu. Rambutan menempati posisi kedua dengan konsumsi 0,084 kg per kapita per minggu. Sementara itu, buah duku atau langsat mengisi posisi ketiga dengan 0,076 kg per kapita per minggu.

Tingginya konsumsi pisang sebanding dengan produksinya yang melimpah di Indonesia. Data BPS 2023 mencatatkan produksi pisang nasional sebesar 9,34 juta ton, menjadikannya komoditas buah dengan produksi tertinggi di Indonesia. Posisi kedua ditempati mangga dengan 3,30 juta ton, disusul nanas di peringkat ketiga dengan 3,16 juta ton. Provinsi Jawa Timur menjadi produsen pisang terbesar dengan kontribusi signifikan terhadap produksi nasional.

Di Kalimantan Timur, pisang juga menduduki posisi pertama dalam hal produksi buah. Data dari Databoks yang diakses 8.21 Wita, 17 Februari 2025 menunjukkan bahwa pada 2020, produksi pisang di provinsi ini mencapai 95,5 ribu ton. Nanas berada di posisi kedua dengan produksi 21,9 ribu ton, sementara salak mencatatkan 19,87 ribu ton.

Pisang memiliki berbagai manfaat kesehatan yang telah terbukti secara ilmiah. Penelitian oleh Nurarif (2023) dalam jurnal Biologi Universitas Muhammadiyah Surabaya berjudul “Manfaat Pisang (Musa Paradisiaca) dalam Upaya Menurunkan Kadar Kolesterol Darah” menyebutkan bahwa pisang kaya akan vitamin C, B6, dan kalium yang berperan dalam menjaga kesehatan jantung dan menurunkan kadar kolesterol darah. Selain itu, serat dalam pisang juga bermanfaat untuk pencernaan. Hal ini menjadikan pisang sebagai buah yang direkomendasikan untuk konsumsi rutin dalam jumlah wajar.

Selain manfaat kesehatan, pisang juga memiliki dampak positif secara ekonomi, baik di tingkat domestik maupun global. Penelitian oleh Saputro, K. D., & Mustika, M. D. S. (2015) dalam jurnal E-Jurnal Ekonomi Pembangunan Universitas Udayana menunjukkan bahwa produksi pisang Indonesia berkontribusi besar di pasar global.

Meskipun begitu, rendahnya volume ekspor pisang menjadi tantangan, padahal ada potensi besar untuk meningkatkan ekspor pisang Indonesia. Meningkatkan kualitas dan distribusi produk pisang akan memungkinkan Indonesia memperluas pasar luar negeri. Hal ini berpotensi meningkatkan pendapatan petani pisang dan membuka lebih banyak lapangan pekerjaan di sektor pertanian dan pengolahan. Selain itu, peningkatan ekspor pisang dapat memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap devisa negara dan perekonomian nasional secara keseluruhan.

Meski memiliki banyak manfaat, konsumsi pisang yang berlebihan dapat berdampak negatif pada kesehatan. Pisang mengandung kalium yang tinggi. Jika dikonsumsi berlebihan, kalium tersebut dapat menyebabkan hiperkalemia, yaitu kondisi di mana kadar kalium dalam darah terlalu tinggi. Hiperkalemia dapat mengganggu fungsi jantung dan menyebabkan aritmia atau bahkan henti jantung dalam kasus yang parah. Penelitian oleh Smith dan Johnson (2020) dalam jurnal Nutritional Science Review menjelaskan bahwa konsumsi kalium lebih dari 4.700 miligram per hari berisiko meningkatkan hiperkalemia, terutama bagi individu dengan gangguan ginjal. Oleh karena itu, konsumsi pisang sebaiknya dilakukan dengan seimbang untuk mendapatkan manfaat maksimal tanpa risiko kesehatan.

Pisang menjadi salah satu pilihan buah utama di Indonesia berkat ketersediaan yang melimpah, harga terjangkau, dan manfaat kesehatan yang besar. Produksi yang tinggi serta kontribusi signifikan terhadap ekonomi domestik menunjukkan potensi besar pisang di pasar global. Meskipun bermanfaat, konsumsi pisang harus dilakukan secara bijak, mengingat kandungan kalium yang tinggi dapat beresiko bagi kesehatan jika dikonsumsi berlebihan.

Pisang memiliki manfaat kesehatan yang besar dan memberikan kontribusi ekonomi yang signifikan. Untuk mengoptimalkan potensinya, pemerintah perlu fokus pada peningkatan kualitas produk dengan memberikan dukungan lebih besar kepada petani pisang. Selain itu, distribusi pisang yang lebih efisien juga perlu diperhatikan agar pasar global dapat dimanfaatkan secara maksimal. (*)

Penulis: Dwi Lena Irawati
Editor: Amin