Kaltimes.com – Pada Minggu (29/12), pesawat Jeju Air yang membawa 181 orang mengalami kecelakaan di Bandara Internasional Muan, Korea Selatan, setelah tergelincir dari landasan pacu dan menabrak dinding pembatas.
Tragedi ini menyebabkan 179 orang tewas, termasuk lima anak-anak, sementara dua orang selamat, termasuk seorang pramugari yang terluka.
Menurut Kim E-bae, CEO Jeju Air, penyebab kecelakaan masih dalam penyelidikan, namun kemungkinan pesawat menabrak burung yang merusak roda pendaratannya.
“Kami menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga korban,” ungkapnya dalam konferensi pers.
Pramugari yang selamat, Lee (30), mengingat hanya sempat mengencangkan sabuk pengaman sebelum kecelakaan dan terbangun di rumah sakit.
Pemerintah Korea Selatan menetapkan masa berkabung selama tujuh hari hingga 4 Januari untuk mengenang korban. (net/ra)