Kaltimes.com – Kekeringan parah yang melanda sebagian besar Amerika Selatan telah menyebabkan penurunan signifikan aliran air di Sungai Amazon, terutama di perbatasan Kolombia, Peru, dan Brasil.
Di Leticia, Kolombia, ketinggian air turun hingga 10 meter antara Juni dan Agustus 2023, yang mengakibatkan pasokan makanan terhambat dan berdampak pada kesehatan masyarakat.
Elquin Uni, Wali Kota Leticia, mengungkapkan kekhawatirannya mengenai kelangkaan barang-barang pokok yang kini menjadi mahal.
“Kami harus menunggu dua hingga tiga bulan agar makanan tiba. Keadaan ini sangat sulit dan mengancam kualitas hidup warga kami,” tuturnya.
Masyarakat setempat terpaksa membuat tangga kayu untuk mencapai air di dermaga karena penurunan permukaan sungai.
Sebagai respons, balai kota Leticia telah mengeluarkan “peringatan kuning” dan mendesak perhatian lebih pada masalah kesehatan masyarakat.
Crispin Angarita, seorang pemimpin adat setempat, juga menegaskan bahwa kondisi ini adalah yang terburuk dalam setengah abad, mengingatkan akan bahaya bagi mereka yang memerlukan perhatian medis segera.
Dampak dari kekeringan ini tidak hanya mempengaruhi kehidupan sehari-hari tetapi juga kesehatan sekitar 500.000 orang di kawasan tersebut.
Penelitian menunjukkan bahwa perubahan iklim berperan besar dalam penurunan drastis ini, menambah tantangan bagi wilayah yang sudah rentan. (net/ra)