Kutai Kartanegara Jadi Motor Penggerak Ekonomi Desa Terkuat di Kaltim dengan 237 Koperasi Aktif

kaltimes.com
5 Mei 2026
Share
Semangat gotong royong melalui program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih kini menjadi napas baru bagi ekonomi kerakyatan di Kalimantan Timur. Hingga akhir April 2026, tercatat sebanyak 1,03 ribu koperasi aktif beroperasi di Kaltim/Wikipedia

CAHAYA lampu desa kini mulai membawa harapan baru bagi para pelaku ekonomi kerakyatan di seluruh pelosok negeri. Gotong royong dalam wadah koperasi menjadi napas segar untuk memacu produktivitas warga di pedesaan maupun kelurahan.

Koperasi Desa atau Kelurahan Merah Putih merupakan salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto. Lembaga ekonomi ini mengedepankan prinsip kekeluargaan untuk memperkuat ekonomi lokal sesuai implementasi asta cita keenam.

Jumlah koperasi ini sudah mencapai 83,36 ribu unit di seluruh Indonesia hingga 27 April 2026. Angka tersebut terdiri dari 74,78 ribu unit desa dan 8,58 ribu unit kelurahan yang tersebar luas.

Jawa Tengah dan Jawa Timur Dominasi Koperasi Nasional

Data Kementerian Koperasi Republik Indonesia melalui sistem Simkopdes menunjukkan Jawa Tengah memuncaki daftar dengan 8,52 ribu unit koperasi. Jawa Timur berada di posisi kedua dengan jumlah 8,49 ribu unit koperasi yang tersebar di berbagai wilayah.

Aceh menduduki peringkat ketiga sebagai provinsi luar Pulau Jawa terbanyak dengan jumlah 6,53 ribu unit koperasi. Sumatra Utara menyusul di posisi keempat dengan 6,12 ribu unit, sementara Jawa Barat melengkapi lima besar dengan 5,97 ribu unit.

Perkembangan di wilayah lain juga menunjukkan tren yang cukup positif untuk mendukung ekonomi desa. Kalimantan Timur sendiri tercatat memiliki 1,03 ribu koperasi yang aktif beroperasi hingga saat ini. Kabupaten Kutai Kartanegara memimpin dengan 237 unit, disusul Kutai Barat dengan 194 unit, dan Kabupaten Paser sebanyak 145 unit.

Target Pertumbuhan Ekonomi Kerakyatan Akhir 2026

Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan setidaknya 25 ribu koperasi merah putih sudah mulai beroperasi sejak Maret hingga April 2026. Ia yakin jumlah koperasi aktif akan terus meningkat seiring dukungan lintas kementerian serta partisipasi aktif masyarakat. Pemerintah menargetkan setidaknya 60 ribu koperasi merah putih beroperasi di berbagai wilayah hingga akhir Desember 2026 nanti.

Program ini menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan guna memperkuat distribusi hasil pertanian hingga usaha mikro di desa. Pemerintah juga berharap koperasi mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan melalui tata kelola yang lebih transparan.

Kebangkitan ekonomi di semua bidang menjadi fokus utama dari perwujudan program strategis nasional ini. Partisipasi masyarakat desa akan menentukan keberhasilan koperasi dalam mencapai kemandirian ekonomi yang lebih kokoh. (*)

Penulis: Dwi Lena Irawati
Editor: Amin