Prospek Ekonomi Energi, Balikpapan Dilirik 18 Persen Pencari Kerja Sebagai Lokasi Karier

kaltimes.com
1 Mei 2026
Share
Berdasarkan survei GoodStats April 2026 terhadap 1.000 responden, dominasi Jabodetabek sebagai tujuan karier ideal memang masih tak tergoyahkan (80%), namun Balikpapan kini mulai mencuat sebagai alternatif baru bagi para pencari kerja dengan tingkat minat mencapai 18 persen./Hutamakarya.com

Prospek Ekonomi Energi, Balikpapan Dilirik 18 Persen Pencari Kerja Sebagai Lokasi Karier

CAHAYA lampu kota besar setiap malam seolah memanggil jutaan jiwa untuk datang mengadu nasib. Langkah para pencari kerja terus mengarah ke pusat ekonomi demi peluang hidup yang lebih baik.

Pilihan lokasi kerja pun tidak lagi acak. Survei GoodStats pada April 2026 menunjukkan masyarakat memiliki preferensi yang jelas dalam menentukan tempat mencari nafkah. Survei ini melibatkan 1.000 responden dari seluruh Indonesia.

Hasilnya memperlihatkan bahwa arah mobilitas tenaga kerja masih terpusat pada wilayah tertentu.

Pusat Ekonomi Masih Jadi Magnet Utama Pekerja

Kawasan Jabodetabek tetap mendominasi sebagai tujuan kerja ideal dengan dipilih oleh 80 persen responden. Wilayah ini masih dianggap sebagai pusat peluang karier paling menjanjikan.

Di bawahnya, kawasan Gerbangkertosusila menempati posisi kedua dengan 54 persen. Bandung Raya menyusul di urutan ketiga dengan tingkat minat sebesar 37 persen.

Dominasi ini menunjukkan bahwa Pulau Jawa masih menjadi pusat gravitasi tenaga kerja nasional. Namun, tren mulai bergeser ke luar Jawa.

Batam dan Medan mencatat minat masing-masing 32 persen dan 30 persen. Sementara itu, Balikpapan dan Makassar mulai muncul sebagai alternatif dengan 18 persen dan 16 persen.

Khusus Balikpapan, posisinya sebagai kota penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN) membuat prospek ekonominya semakin diperhitungkan. Aktivitas industri energi, logistik, serta pembangunan infrastruktur mendorong kota ini dilirik sebagai pusat peluang kerja baru di Kalimantan.

Di Balik Pilihan Lokasi, Faktor Ekonomi Tetap Menentukan

Dominasi kota besar tidak terjadi tanpa alasan. Faktor ekonomi menjadi pendorong utama dalam menentukan lokasi kerja.

Sebanyak 62 persen responden memilih wilayah tertentu karena menawarkan gaji lebih tinggi. Selain itu, 51 persen mempertimbangkan luasnya lapangan kerja yang tersedia.

Kota besar juga menjadi pusat perusahaan nasional dan multinasional. Hal ini membuka peluang karier sekaligus usaha, yang dipertimbangkan oleh 35 persen responden.

Fasilitas umum yang memadai turut menjadi faktor pendukung dengan 33 persen. Kombinasi faktor ini memperkuat daya tarik wilayah metropolitan.

Namun, perubahan mulai terlihat seiring pembangunan infrastruktur di berbagai daerah. Penyebaran industri perlahan membuka alternatif lokasi kerja di luar pusat tradisional.

Artinya, pilihan karier ke depan tidak lagi terpusat pada satu wilayah. Perluasan ini berpotensi mendorong pemerataan ekonomi nasional.

Setiap pilihan tempat bekerja pada akhirnya menjadi bagian dari perjalanan membangun masa depan. Di mana pun lokasinya, peluang tetap terbuka bagi mereka yang siap berkembang. (*)

Penulis: Dwi Lena Irawati
Editor: Amin