Kalimantan Timur Pimpin 10 Provinsi dengan Kepemilikan Emas Rumah Tangga Terbanyak 29,71 Persen

kaltimes.com
23 Okt 2025
Share

KILAU kuning keemasan memancar di etalase kaca. Di tengah ramainya transaksi, emas selalu menjadi penawar rasa cemas bagi rumah tangga. Logam mulia ini menjanjikan perlindungan nilai dari gejolak ekonomi.

Dilansir Suara.com (22/10/2025), harga emas di Pegadaian kompak mengalami kenaikan signifikan pada Rabu, 22 Oktober 2025. Kenaikan ini dialami oleh emas produksi Antam, UBS, dan Galeri24.

Emas Antam mencatatkan lonjakan harga paling drastis. Harga jual per gramnya meroket dari Rp 2.657.000 menjadi Rp 2.736.000. Kenaikan besar juga diikuti oleh harga jual produk UBS. Harganya naik dari Rp 2.513.000 menjadi Rp 2.538.000 per gram. Sementara itu, emas dari Galeri24 mengalami kenaikan tipis. Harganya naik dari Rp 2.504.000 menjadi Rp 2.510.000 per gram. Kenaikan harga ini semakin memperkuat citra emas sebagai aset investasi andalan.

Foto: Kaltimes.com/Dwi Lena Irawati

Kalimantan Timur Pimpin Daftar Pemilik Emas Terbanyak

Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) 2025, Kalimantan Timur menempati posisi puncak sebagai provinsi dengan persentase kepemilikan emas rumah tangga terbanyak. Kaltim mencatatkan persentase sebesar 29,71 persen rumah tangga memiliki emas minimal 10 gram. Angka ini jauh melampaui rata-rata nasional.

Provinsi Sulawesi Selatan berada di peringkat kedua. Sulsel mencatatkan 27,54 persen rumah tangga memiliki emas. Posisi ketiga dan keempat diisi oleh Bali dan DKI Jakarta. Bali mencatat 25,28 persen dan DKI Jakarta 25,22 persen. Selanjutnya, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menutup lima besar dengan 23,24 persen kepemilikan.

Di bawahnya, ada Kalimantan Selatan dengan 22,90 persen. Kemudian, Kalimantan Tengah (Kalteng) dan Kalimantan Utara menyusul dengan 21,23 persen dan 21,18 persen. Provinsi Aceh (20,66 persen) dan Kepulauan Riau (20,05 persen) menutup sepuluh besar.

Kepemilikan emas yang sangat tinggi di Kalimantan Timur mencerminkan aktivitas ekonomi yang kuat di sana. Kalimantan Timur adalah provinsi kaya sumber daya alam. Sektor pertambangan dan energi mendominasi perekonomian. Oleh karena itu, tingkat pendapatan per kapita masyarakat Kalimantan Timur tergolong tinggi.

Selain itu, status Kalimantan Timur sebagai lokasi Ibu Kota Nusantara (IKN) memicu pertumbuhan investasi dan kekayaan. Masyarakat Kalimantan Timur memandang emas sebagai salah satu cara terbaik menjaga aset jangka panjang.

Emas telah teruji menjadi aset yang tahan terhadap inflasi. Keputusan rumah tangga menimbun logam mulia menunjukkan adanya kesadaran finansial yang baik. Kita harus terus memperkuat literasi keuangan. Hal ini penting untuk menjamin masa depan ekonomi yang lebih stabil bagi setiap keluarga di Indonesia. (*)


Penulis: Dwi Lena Irawati
Editor: Amin