Koneksi Tercepat: Doha dan Dubai Pimpin 10 Kota Wisata Internet Kencang, Jakarta Juru Kunci

kaltimes.com
5 Okt 2025
Share

DI TANGAN setiap wisatawan, gawai kini menjadi kompas sekaligus kamera wajib. Jutaan orang mengandalkan internet untuk mencari rute, mengunggah momen, dan memastikan koneksi tidak terputus.

Internet kini menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditinggalkan, terlebih ketika sedang berwisata. Bagi sebagian orang yang hobi melancong, kecepatan internet mungkin menjadi pertimbangan penting untuk memilih destinasi.

Pasalnya, meski menawarkan keindahan pemandangan, destinasi tersebut belum tentu menjanjikan kecepatan internet yang memadai. Jika hal seperti ini sampai terjadi, pengalaman bersenang-senang pun pasti jadi kurang spesial.

Timur Tengah Dominasi Internet Tercepat Dunia

Studi Holafly baru-baru ini mengungkap kota-kota wisata di dunia yang memiliki koneksi internet tercepat. Studi ini menghitung waktu yang diperlukan untuk mengunduh peta kota berukuran 1 GB. Pemeringkatan membandingkan kecepatan unduh internet seluler menggunakan Speedtest by Ookla.

Hasilnya menunjukkan sepuluh besar kota wisata didominasi wilayah Timur Tengah, Eropa, dan China. Sebagian besar kota dalam daftar ini mencatatkan durasi unduh kurang dari lima detik.

Wilayah Timur Tengah mengisi jajaran teratas. Kota Doha di Qatar menduduki posisi puncak. Ibu kota ini tercatat memiliki kecepatan internet 354,5 Mbps dengan durasi unduh selama 2,9 detik.

Peringkat kedua dan ketiga sama-sama ditempati kota di Uni Emirat Arab. Dubai dan Abu Dhabi berada di posisi tersebut. Dengan kecepatan 351,8 Mbps, Dubai hanya memerlukan 2,9 detik untuk mengunduh 1 GB peta, sama seperti Doha.

Sementara itu, kecepatan internet di Abu Dhabi sebesar 325,9 Mbps, dengan waktu unduh selama 3,1 detik. Riyadh, Saudi Arabia, melengkapi dominasi Timur Tengah di urutan kelima. Kota ini mencatat kecepatan 273,7 Mbps dan durasi unduh 3,7 detik.

Eropa dan China Mengekor, Jakarta Terpuruk di Asia

Beralih ke Eropa, Copenhagen, Denmark, bertengger di posisi kelima. Kota ini mencatatkan kecepatan internet 255,9 Mbps dan waktu unduh 4 detik. Peringkat berikutnya diraih Porto, Portugal, dengan kecepatan internet 243,6 Mbps dan waktu unduh 4,2 detik. Oslo, Norwegia, mengekor dengan kecepatan 240,7 Mbps dan durasi unduh 4,3 detik. Lisbon meraih peringkat kedelapan.

Menutup sepuluh besar, Shanghai dan Beijing menjadi perwakilan China. Secara berurutan, keduanya memiliki kecepatan internet 214,1 Mbps dan 202,5 Mbps.

Sayangnya, tidak ada satu pun kota di Indonesia yang muncul dalam daftar teratas. Jakarta malah mengisi daftar kota wisata dengan koneksi internet terendah di Asia. Jakarta berada di urutan keempat terendah. Dengan kecepatan internet hanya 37,6 Mbps, mengunduh 1 GB peta di kota ini membutuhkan waktu 27,2 detik.

Temuan ini mendesak pemerintah Indonesia agar segera memperkuat kualitas internet. Pemerintah perlu memperbanyak pembangunan infrastruktur internet. Fasilitas ini pasti menambah kenyamanan wisatawan. Selain itu, layanan ini akan mempermudah masyarakat dalam mengakses internet.

Koneksi cepat adalah paspor global di era digital. Membangun infrastruktur yang andal bukan sekadar kemewahan, melainkan investasi vital untuk daya saing pariwisata Indonesia.(*)


Penulis: Dwi Lena Irawati
Editor: Amin