Sumber foto: Garuda Indonesia
LANGIT Asia Tenggara telah lama disemarakkan oleh suara deru mesin dan harapan yang terbang tinggi. Di balik setiap maskapai nasional, tersimpan kisah panjang tentang semangat membangun konektivitas, identitas, dan kebanggaan bangsa.
Philippine Airlines memegang gelar sebagai maskapai tertua di Asia Tenggara berdasarkan Seasia.stat. Didirikan pada 1941, maskapai kebanggaan Filipina ini menjadi pelopor dalam dunia penerbangan regional. Maskapai ini menjadi salah satu yang pertama di Asia mengoperasikan penerbangan komersial internasional pasca-Perang Dunia II.
Menyusul kemudian, Malaysia Airlines lahir pada 1947 dengan nama awal Malayan Airways Limited. Maskapai ini berkembang pesat dan menjadi simbol penting dalam sejarah penerbangan Semenanjung Malaya, sebelum berganti nama setelah kemerdekaan negara.
Myanmar National Airlines, sebelumnya dikenal sebagai Union of Burma Airways, didirikan pada 1948, tepat setahun setelah kemerdekaan Myanmar. Maskapai ini awalnya fokus pada rute domestik sebelum akhirnya memperluas jangkauan ke wilayah internasional.
Sementara itu, Garuda Indonesia berdiri pada 1949 sebagai bagian dari perjuangan kemerdekaan bangsa. Nama “Garuda” diambil dari puisi Presiden Soekarno. Sejak awal, maskapai ini ditugaskan menjadi duta bangsa di udara dan penghubung antarpulau.
Selain empat maskapai tertua, terdapat Vietnam Airlines berdiri pada 1956, disusul Thai Airways pada 1960. Singapore Airlines mulai beroperasi pada 1972, kemudian Royal Brunei pada 1974 dan Lao Airlines pada 1976. Maskapai termuda dalam daftar ini adalah Cambodia Angkor Air yang baru didirikan pada 2009.

Deretan maskapai ini bukan hanya tertua, tapi juga tangguh menghadapi berbagai tantangan zaman. Mulai dari krisis ekonomi, transisi politik, hingga revolusi teknologi, semuanya berhasil dilalui. Di tengah ketatnya persaingan global, mereka tetap bertahan dan dipercaya. Sejarah dan pengalaman jadi fondasi kuat untuk mengharumkan nama negara di langit dunia.(*)
Penulis: Dwi Lena Irawati
Editor: Amin