Siaran Resmi Piala Dunia 2026 Jadi Magnet Ekonomi, UMKM Kaltim Panen Omzet

kaltimes.com
6 Jul 2026
Share

KALTIMES – Penyelenggaraan kegiatan nonton bareng (nobar) ajang Piala Dunia 2026 melalui saluran siaran resmi terbukti membawa dampak positif yang signifikan bagi perekonomian daerah. Aktivitas ini dinilai sangat membantu para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kalimantan Timur (Kaltim) dalam memaksimalkan omzet pendapatan mereka.

Pengamat ekonomi dari Universitas Mulawarman, Gusti Noorlitiaria Achmad, menilai bahwa kolaborasi antara kebijakan pemerintah dan legalitas penyiaran menjadi kunci utama pergerakan ini.

“Kemudahan izin keramaian insidental dari pemerintah dipadukan dengan akses siaran legal sangat produktif dalam menghidupkan kembali denyut ekonomi kerakyatan,” kata Gusti Noorlitiaria Achmad di Samarinda, Senin (6/7/2026).

Menurut Gusti, momentum turnamen olahraga empat tahunan itu memicu pergeseran anggaran hiburan masyarakat. Anggaran yang sebelumnya dialokasikan untuk rekreasi luar ruangan kini beralih menjadi pengeluaran konsumsi di berbagai kedai kopi. Tingginya animo masyarakat untuk berkumpul tersebut tidak hanya dinikmati oleh pemilik kafe, melainkan turut memberikan lonjakan penghasilan tambahan bagi para pengemudi ojek daring yang melayani pesanan pesan antar makanan.

“Keberhasilan sektor kuliner meraup keuntungan ganda saat ini sangat bergantung pada kemampuan pengusaha dalam memfasilitasi kebutuhan emosional pelanggan yang mencari rasa kebersamaan,” lanjut Gusti.

Kendati demikian, ia juga mengingatkan bahwa lonjakan permintaan konsumen tersebut bersifat sementara. Oleh karena itu, para pelaku ekonomi dituntut segera menyiapkan inovasi bisnis lanjutan agar stabilitas keuangan usaha tetap terjaga setelah euforia turnamen usai. Sebagai solusi keberlanjutan, Gusti memberikan pandangannya mengenai langkah taktis ke depan.

“Langkah strategis yang bisa diterapkan ke depan adalah mengoptimalkan ruang kafe menjadi tempat kerja bersama bagi mahasiswa tanpa pembatasan minimum transaksi yang memberatkan,” katanya.

Dampak positif ini pun dirasakan langsung oleh pelaku industri di lapangan. Salah satu pengusaha kafe di Samarinda, Deddy Unaryo, mengatakan bahwa adanya jaminan tayangan pertandingan dari pemegang hak siar resmi sangat membantu pihaknya membangkitkan kembali gairah pasar di tengah kondisi daya beli masyarakat yang sedang lesu.

Demi memaksimalkan potensi kunjungan konsumen secara optimal, para pemilik usaha secara totalitas merombak dekorasi interior ruangan dengan pernak-pernik khas sepak bola agar suasana layaknya stadion sungguhan. Strategi operasional pun ikut disesuaikan demi kenyamanan para pencinta sepak bola.

“Kami juga meluncurkan menu paket nonton bareng berharga terjangkau sekaligus menyesuaikan jadwal kerja karyawan pada jam pertandingan Piala Dunia di pagi hari,” ujar Deddy menutup penjelasannya. (*)