Tiga Kota Indonesia Masuk 10 Besar Populasi Terbanyak di Asia Tenggara

kaltimes.com
11 Agu 2025
Share

GEMERLAP lampu kota menyala di malam hari. Jalanan penuh kendaraan, suara klakson bersahutan. Inilah wajah kota-kota besar di Asia Tenggara.

Kawasan ini tumbuh cepat dalam jumlah penduduk dan urbanisasi. CEOWorld mencatat 10 kota di Asia Tenggara masuk daftar 200 kota terpadat dunia pada 2025. Kota-kota ini memegang peran penting bagi ekonomi, pemerintahan, dan budaya negara masing-masing.

Manila di Filipina menempati posisi pertama. Penduduknya mencapai 15,2 juta jiwa. Kota ini juga masuk peringkat ke-18 dunia dan menjadi pusat sosial, politik, serta ekonomi Filipina.

Jakarta ada di posisi kedua dengan 11,6 juta jiwa. Kota ini peringkat ke-28 dunia. Sebagai ibu kota, Jakarta menjadi pusat pemerintahan, perdagangan, dan industri. Kepadatannya mencerminkan arus urbanisasi yang terus meningkat.

Bangkok di Thailand menempati posisi ketiga dengan 11,4 juta jiwa. Kota ini berkembang pesat berkat perannya sebagai pusat pemerintahan dan bisnis.

Posisi keempat ditempati Ho Chi Minh City di Vietnam dengan 9,8 juta jiwa. Kuala Lumpur di Malaysia ada di urutan kelima dengan 9 juta jiwa. Kedua kota ini tumbuh berkat sektor jasa, industri, dan teknologi.

Singapura berada di urutan keenam dengan 6,1 juta jiwa. Meski padat, infrastruktur kotanya tertata rapi.

Di bawahnya ada Yangon (5,8 juta jiwa) dan Hanoi (5,6 juta jiwa). Lalu Bekasi (3,9 juta jiwa) dan Depok (3,2 juta jiwa) melengkapi daftar. Kehadiran Bekasi dan Depok menunjukkan ekspansi kawasan metropolitan Jakarta atau Jabodetabek.

Populasi besar membawa kelebihan dan kekurangan. Jakarta memiliki pasar dan tenaga kerja yang besar, namun macet dan polusi menjadi masalah utama. Depok berkembang sebagai kota hunian dan pendidikan, tapi pertumbuhan penduduk menekan ruang terbuka dan infrastruktur.

Urbanisasi adalah keniscayaan. Tantangannya adalah merencanakan kota agar tetap nyaman dan layak huni di masa depan.(*)

Penulis: Dwi Lena Irawati
Editor: Admin