Taiwan Waspadai Pergerakan Kapal Induk China di Tengah Ketegangan Terkini

kaltimes.com
4 Des 2024
Share
Ilustrasi. Taiwan memantau pergerakan kapal induk China. (Foto AFP)

Kaltimes.com – Taiwan meningkatkan kewaspadaannya terhadap pergerakan kapal induk China setelah ketegangan antara kedua negara meningkat.

Sumber keamanan Taiwan mengungkapkan bahwa pergerakan kapal induk Liaoning milik China terjadi bersamaan dengan spekulasi bahwa Beijing akan meluncurkan latihan militer baru pada akhir pekan ini.

Spekulasi ini muncul setelah kunjungan Presiden Taiwan, Lai Ching-te, ke Amerika Serikat, di mana dia bertemu dengan sejumlah pejabat, termasuk mantan Ketua DPR AS, Nancy Pelosi.

Kunjungan tersebut menandai penguatan hubungan antara AS dan Taiwan, termasuk dalam kerja sama pertahanan dan penjualan senjata.

Menurut sumber di pemerintahan Taiwan, seperti dikutip dari CNN, latihan militer China kemungkinan akan dimulai bertepatan dengan perjalanan Lai ke wilayah Pasifik, termasuk Hawaii dan Guam.

Namun, juru bicara Kementerian Pertahanan Taiwan, Sun Li Fang, menyatakan bahwa Taiwan sudah mengetahui keberadaan kapal induk China namun tidak memberikan rincian lebih lanjut.

“Kami memandang serius situasi ini dan menangani masalah ini dengan sangat hati-hati. Persiapan kami sangat solid dan kami tidak takut pada ancaman apa pun,” ujar Sun dalam konferensi pers.

Meskipun tidak memberi komentar langsung mengenai kemungkinan dimulainya latihan militer China, sumber-sumber keamanan di Taipei mengungkapkan bahwa berdasarkan penilaian intelijen terbaru, besar kemungkinan latihan tersebut akan dimulai akhir pekan ini.

Aktivitas yang lebih sibuk dari biasanya di perairan sekitar Taiwan diperkirakan menunjukkan persiapan China untuk latihan tersebut.

China telah mengerahkan hampir 40 kapal, termasuk kapal induk Liaoning dan kapal-kapal lainnya di Laut Cina Timur dan Laut Cina Selatan.

Penilaian menunjukkan bahwa latihan ini mungkin merupakan bagian dari upaya China untuk meningkatkan kemampuan operasional mereka.

Terutama dalam kondisi cuaca buruk dan pertempuran malam hari.

China, yang mengklaim Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya, telah mengadakan dua putaran latihan militer di sekitar Taiwan sepanjang tahun ini.

Selain itu, Beijing juga menunjukkan ketidaksukaannya terhadap Presiden Taiwan Lai Ching-te yang baru menjabat, dengan menyebutnya sebagai “separatis.” (net/ra)