Mengapa Milenial Tetap Rela War Tiket Konser Meski Harganya Makin Mahal?

kaltimes.com
1 Sep 2026
Share

KALTIMES — Konser musik masih jadi salah satu hiburan yang paling dicari orang Indonesia. Biarpun harga tiketnya sering kali bikin kantong bolong, antusiasme penonton—terutama para Milenial—tetap kencang. Buat mereka, suasana panggung dan energi penonton lain susah digantikan cuma dengan dengar lagu lewat earphone di rumah.

Alasan di balik fenomena ini terpotret dalam survei Music Concert Trends & Fan Behaviors 2026 yang dirilis Jakpat. Dari 1.865 responden Gen Z dan Milenial, sebanyak 55% Milenial mengaku datang ke konser murni buat cari hiburan. Buat mereka, kombinasi musik keras, lampu panggung, dan nyanyi bareng ribuan orang bisa memberikan pengalaman sensorik dan emosional yang beda banget.

Selain cari hiburan, alasan terbesar kedua adalah ingin lihat musisi favorit secara langsung dari dekat (46%). Saking berkesannya, tidak sedikit penonton yang sampai kena post-concert depression—perasaan sepi dan hampa yang sering muncul begitu konser selesai. Sementara itu, alasan buat lepas stres dan cuma ingin merasakan atmosfer acara sama-sama dapat porsi 41%.

“Buat saya nonton konser itu cara paling ampuh lepas penat. Pas kerjaan lagi numpuk, bisa teriak & nyanyi bareng temen di depan panggung itu bikin pikiran segar lagi,” kata Rian (27), karyawan swasta di Balikpapan yang rajin datang ke festival musik.

Survei yang digelar lewat aplikasi mobile pada 29 Juni sampai 1 Juli 2026 ini juga mencatat alasan lain, seperti diajak teman dan ingin dukung idola (masing-masing 22%). Ada juga yang pengin berinteraksi sama idola (19%), kangen karena sudah lama tidak nonton konser (13%), sampai alasan merayakan momen spesial atau sekadar ikut tren (masing-masing 7%).

Survei Jakpat ini punya margin of error di bawah 5% dengan profil responden yang cukup seimbang antara laki-laki (51%) dan perempuan (49%). Kebanyakan responden berasal dari kelas ekonomi menengah, bekerja sebagai karyawan, dan mayoritas belum punya anak (58%).

Data ini menunjukkan bahwa bagi generasi muda sekarang, konser bukan cuma soal musik, tapi sudah jadi ajang lepas stres yang wajib masuk calendar tahunan. (*)