Survei APJII: Setengah Warga RI Habiskan Rp50–100 Ribu untuk Kuota

kaltimes.com
16 Agu 2025
Share

DI SETIAP sudut kota, layar ponsel menyala nyaris tanpa henti. Obrolan, video, dan gim online mengalir lewat kuota internet yang kini menjadi kebutuhan pokok.

Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) merilis laporan tahunan Survei Penetrasi Internet dan Perilaku Penggunaan Internet 2025. Salah satu sorotan adalah besaran pengeluaran warga Indonesia untuk membeli kuota internet seluler tiap bulan. Survei ini berlangsung 10 April–16 Juli 2025, melibatkan 8.700 responden di seluruh Indonesia, dengan wawancara tatap muka.

Mayoritas masyarakat, yakni 52,27 persen, mengalokasikan Rp 50 ribu hingga Rp 100 ribu per bulan untuk kuota internet. Sebanyak 34,52 persen hanya menghabiskan kurang dari Rp 50 ribu. Kelompok yang mengeluarkan Rp 101 ribu–Rp 250 ribu per bulan mencapai 12,2 persen, sementara yang di atas Rp 250 ribu sangat sedikit, hanya 1,02 persen.

Baca juga: Operator WiFi Favorit Warga Indonesia 2025: Stabilitas Internet Jadi Kebutuhan Utama

Dari sisi operator, Telkomsel Group (mencakup Telkomsel, Simpati dan By.U) mendominasi dengan 47,71 persen pengguna. Indosat dan Tri (3) berada di posisi kedua dengan 25,97 persen, diikuti XL Axiata dan Axis dengan 20,53 persen, lalu Smartfren 5,79 persen.

Baca juga: Perang Provider 2025: Telkomsel Masih Jawara, Tapi Persaingan Ketat

Angka ini mencerminkan bahwa harga kuota di kisaran Rp 50 ribu–Rp 100 ribu menjadi titik keseimbangan bagi banyak pengguna. Tantangannya, kebutuhan data terus meningkat seiring berkembangnya konten video dan layanan berbasis internet.

Di balik layar ponsel, ada cerita soal prioritas. Bagi sebagian orang, kuota adalah pintu ke dunia informasi, hiburan, dan peluang kerja.(*)

Penulis: Dwi Lena Irawati
Editor: Amin