Perang Provider 2025: Telkomsel Masih Jawara, Tapi Persaingan Ketat

kaltimes.com
13 Jun 2025
Share

DI BALIK layar ponsel yang tak pernah lepas dari genggaman, ada pertarungan senyap antar penyedia layanan yang menentukan seberapa cepat dan stabil kita bisa terhubung. Di era serba digital, pilihan provider bukan lagi soal harga, tapi soal keandalan.

Survei KedaiKOPI bertajuk Survei Penggunaan Internet di Indonesia 2025 memberikan gambaran utuh tentang perilaku digital masyarakat. Melibatkan 1.545 responden, survei ini dilakukan pada 14–16 Mei 2025 dengan metode computer assisted self-interview (CASI).

Dari hasil survei tersebut, Telkomsel muncul sebagai provider paling dominan dengan tingkat penggunaan mencapai 52,3 persen. Meski dikenal dengan tarif yang relatif mahal, Telkomsel tetap menjadi pilihan utama karena jangkauan sinyalnya yang luas dan koneksi yang stabil hingga ke pelosok. 

Di posisi kedua, Indosat Ooredoo dipilih oleh 37,2 persen responden, unggul dalam hal harga paket data yang terjangkau dan kuota besar. 

Sementara itu, Tri dan XL Axiata bersaing ketat dengan angka masing-masing 24,6 dan 23,1 persen. Tri diminati karena paket internet murah untuk kalangan muda, sementara XL unggul di kecepatan jaringan di kawasan perkotaan. 

AXIS menyusul dengan 16,4 persen pengguna, dikenal dengan fleksibilitas paketnya dan promosi menarik. Di posisi terakhir, Smartfren dipilih oleh 9 persen responden, terutama karena penawaran unlimited dan dukungan untuk perangkat berbasis eSIM. Data ini menunjukkan bahwa meskipun pasar dipenuhi pilihan dengan harga bersaing, keandalan jaringan tetap menjadi penentu utama dalam memilih provider.


Pilihan masyarakat terhadap provider mencerminkan kebutuhan akan koneksi yang stabil dan cepat. Dalam lanskap digital yang makin padat, kepercayaan publik menjadi aset terbesar yang diperebutkan oleh para penyedia layanan.(*)

Penulis: Dwi Lena Irawati
Editor: Amin