Stargate: Ambisi AI $500 Miliar Terhambat Tarif Impor

kaltimes.com
15 Mei 2025
Share

DUNIA sedang berlari menuju masa depan yang digerakkan oleh kecerdasan buatan, tapi tak semua rencana mulus. Proyek ambisius OpenAI yang disebut-sebut bakal jadi infrastruktur AI terbesar di dunia, justru tersandung di langkah awal.

Proyek ambisius OpenAI dan SoftBank, Stargate, dirancang untuk membangun infrastruktur AI senilai $ 500 miliar di AS. Tapi kini, proyek ini terganjal kebijakan tarif impor dari era pemerintahan Trump sebagaimana dilaporkan oleh Techzine. Tarif hingga 46 persen dari negara pemasok utama memicu ketidakpastian ekonomi dan kekhawatiran investor.(https://www.techzine.eu/news/infrastructure/131299/us-stargate-project-faces-difficulties-due-to-trade-tariffs, Techzine, 2025)

Besarnya tarif impor membuat investor berpikir ulang. Meski diumumkan sejak Januari 2025, proyek Stargate belum juga menunjukkan kemajuan berarti. SoftBank, salah satu pendananya, belum merampungkan skema pembiayaan yang jelas. Bahkan dilansir dari Tech Crunch, pembicaraan serius dengan bank dan calon investor pun belum dimulai, padahal rencana awalnya sudah mencantumkan investasi tahap pertama sebesar $ 100 miliar.(https://techcrunch.com/2025/05/12/openais-stargate-project-reportedly-struggling-to-get-off-the-ground-thanks-to-tariffs/, Tech Crunch, 2025)

Biaya pembangunan pusat data diperkirakan naik 5 hingga 15 persen akibat tarif impor. Kenaikan ini dipicu oleh lonjakan harga rak server, sistem pendingin, dan chip. Selain itu, model AI murah dari perusahaan seperti DeepSeek di China menambah tekanan kompetitif. Hal ini membuat investor meragukan kelayakan proyek besar ini.

Meskipun demikian, pembangunan pusat data pertama di Texas yang dipimpin oleh Oracle tetap berjalan. Tanpa pembiayaan jelas dan biaya yang naik, masa depan Stargate masih samar. 

Situasi ini mencerminkan tantangan yang dihadapi oleh proyek-proyek teknologi besar di tengah dinamika kebijakan perdagangan global. Teknologi AI terus maju pesat. Keberhasilan Stargate tergantung pada kemampuan mengatasi tantangan ekonomi dan politik.(*)

Penulis: Dwi Lena Irawati
Editor: Amin